Breaking News:

3 Pesepeda dari Kota Bandung Kabur saat Sampelnya Diolah Tenaga Medis di Tahura, Ternyata Positif

Tiga pesepeda diketahui positif Covid-19 berdasarkan rapid test antigen yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Bandung di Taman Hutan Raya Djuanda.

Istimewa
Pengunjung yang akan ke Tahura Ir Juanda di Simpang Dago Bengkok, Cimenyan, Kabupaten Bandung, menjalani rapid test antigen, Minggu (7/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tiga pesepeda diketahui positif Covid-19 berdasarkan rapid test antigen yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Bandung di Taman Hutan Raya Djuanda, Kabupaten Bandung, Minggu (7/1/2021).

Namun, tiga goweser yang berasal dari Kota Bandung tersebut kabur sebelum hasil tesnya keluar.

Kasatlantas Polresta Bandung, Kompol Erik Bangun Prakasa, mengatakan, pihaknya memang melakukan penyekatan aktivitas kegiatan masyarakat. Satu di antaranya di titik Tahura Djuanda

• Empat Jam, Petugas Damkar, BPBD Dengan Angggota Polres Evakuasi Warga Tewas di Dalam Sumur

"Di Tahura kami dapati tiga orang goweser, masyarakat yang olahraga dengan sepeda itu kami tes rapid antigen hasilnya positif," ujar Erik.

Erik mengungkapkan, yang bersangkutan seperti melarikan diri, karena tidak menunggu hasilnya.

"Mungkin mereka sudah tahu mereka sakit. Mereka tidak mengambil hasilnya ketika diolah oleh petugas medis. Langsung kabur meninggalkan tempat, kembali ke Kota Bandung," kata Erik.

Lagu Terpesona Meledak di TikTok 25 Tahun Kemudian, Ini Cerita sang Pencipta Semuel Takatelide

Retakan Tanah Terus Terjadi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi, BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat

Erik mengungkapkan, pihaknya tak mempersoalkan ada msyarakat berolahraga seperti bersepeda. Tapi harus dipastikan dulu dalam kondisi sehat.

Sebab, banyak penderita Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala sehingga bisa menularkan ke orang lain.

"Di masa pandemi ini salah satu faktor untuk meningkatkan imunitas adalah olahraga. Namun sebelum olahraga pastikan bahwa kita memang dalam kondisi sehat," tuturnya.

Sehingga, kata Erik, ketika beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum, tidak menyebarkan penyakit atau virus ini ke masyarakat luas

"Kami harapkan dipedomani dan bisa menerapkan protokol kesehatan di mana pun kita melaksanakan kegiatan," ujar Erik.

Untuk penanganan ketika pesepeda yang hasil antigennya positif, menurut Erik, datanya sudah dikordinasikan dari Dinkes Kabupaten Bandung ke Satgas Covid-19 Kota Bandung. 

Tiga Orang Reaktif Rapid Test Antigen, Satgas Covid-19 Lakukan Penyekatan Jalan ke Tahura Djuanda

"Makanya kita imbau, olahraga itu untuk kesehatan, pastikan betul masyarakat yang berolahraga itu sehat. Jangan nanti dia dalam kondisi sakit memaksakan berolahraga dan menularkan ke yang lain," ucapnya. (*)

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved