Arab Saudi Tutup Akses, Jemaah Umrah di Indramayu Keluhkan Ketidakpastian Waktu Berangkat

Ahmad Munsit juga berharap adanya peran pemerintah untuk menindaklanjuti soal regulasi penutupan sementara tersebut.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Hermawan Aksan
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Direktur Darul Falah Tour & Travel, Ahmad Munsit Abdulillah, mengatakan, ketidakpastian keberangkatan turut menuai protes dari jemaah umrah. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung mereda membuat pengusaha travel umrah menjerit.

Terlebih saat ini pemerintah Arab Saudi menutup akses sementara untuk masuk ke negaranya.

Kebijakan itu mulai berlaku pada 3 Februari 2021 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kaya akan Manfaat, Ikan Gabus Terbukti Dapat Mempercepat Penyembuhan Luka, Begini Penjelasannya

13 Rumah di Blanakan Subang Terisolasi Banjir Rob, BPBD Salurkan Logistik

Direktur PT Raudhatul Mutaallimin Kepolo Darul Falah Tour & Travel Indramayu, Ahmad Munsit Abdulillah, mengatakan, ketidakpastian tersebut turut menuai protes dari jemaah.

"Komplain pasti ada, wajar manusiawi karena mereka tinggal mau berangkat beberapa hari lagi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan telepon seluler, Jumat (5/2/2021).

Ahmad Munsit Abdulillah mengatakan, pihaknya pun sudah berusaha mengedukasi jemaah soal kebijakan terbaru tersebut.

Info terbaru yang didapat pihak travel, saat ini penyebaran virus corona kembali meningkat di Arab Saudi, dalam seharinya ada sekitar 300 orang terkonfirmasi.

Ahmad Munsit menyampaikan, setelah diberi edukasi, sebagian besar jemaah pun legowo.

"Hanya satu dua yang komplain, alhamdulillah kebanyakan menerima," ucap dia.

Untuk tetap mendapat kepercayaan jemaah, pihak Raudhatul Mutaallimin Kepolo Darul Falah Tour & Travel Indramayu terus menginformasikan setiap ada kebijakan terbaru soal pemberangkatan umrah.

Ahmad Munsit juga berharap adanya peran pemerintah untuk menindaklanjuti soal regulasi penutupan sementara tersebut.

Para pengusaha travel, kata dia, sangat merasakan dampaknya setelah sekitar satu tahun lamanya tidak ada aktivitas.

Sesuai jadwal, sebanyak 25 orang jemaah umrah di Raudhatul Mutaallimin Kepolo Darul Falah Tour & Travel Indramayu seharusnya berangkat ke Tanah Suci pada 22 Februari 2021.

Adanya kebijakan ini membuat mereka terancam batal ke Tanah Suci walau sebelumnya sudah melakukan sejumlah persiapan.

"Mudah-mudahan penutupan ini hanya berselang satu minggu saja karena biasanya Arab Saudi itu ada evaluasi satu minggu sampai 10 hari, kemudian ada informasi terbaru," ucap dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved