Waduk Jatigede Tak Lagi Indah dan Jadi Lautan Sampah, Bagi Sebagian Warga Ini Sumber Rezeki

Di balik Waduk Jatigede jadi lautan sampah, bagi sebagian warga ini sumber rezeki.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
tribunjabar/hilman kamaludin
Waduk Jatigede di kawasan Wado, Sumedang, dipenuhi lautan sampah dan jadi sumber penghasilan warga. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebagian warga di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang bisa meraup rezeki dari Waduk Jatigede yang saat ini kondisinya menjadi lautan sampah.

Di saat warga lainnya mengeluhkan kondisi seperti itu karena keiindahan Waduk Jatigede menghilang, tetapi mereka memanfaatkannya dengan memungut sampah untuk dijual.

Mereka terlihat sibuk memungut sampah yang masih bisa dimanfaatkan dari pesisir Waduk Jatigede dengan menggunakan alat seadanya.

Pencipta Lagu Sunda Ini Menangis Melihat Kondisi Syam Permana, Sempat Tak Percaya Saat Bertemu

BREAKING NEWS, Baru Saja Gempa Mengguncang Pangandaran, Terasa Sampai Garut Selatan, Ini Kata BMKG

Bau tak sedap pun tak dihiraukan demi bisa mengais rezeki dari tumpukan sampah itu.

Johan Wahyudi (42) warga Cikareo mengatakan, ia sudah seminggu lebih mengais rezeki dengan memungut sampah plastik dari permukaan air Waduk Jatigede karena masih ada sampah yang bisa dimanfaatkan.

"Karena ada sampah kami jadi bisa makan," ujarnya saat ditemui di Waduk Jatigede, Senin (1/2/2021).

Ia mengatakan, dengan adanya tumpukan sampah itu sangat menguntungkan dirinya, karena untuk mendapatkan sampah yang bisa dijual tak perlu lagi berkeliling seharian.

"Kalau enggak ada rongsokan (sampah), enggak ada penghasilan," katanya.

Dengan adanya lautan sampah itu dia mengaku bisa mengumpulkan limbah sampah plastik dari pagi hingga sore hari dan bisa mendapatkan uang sekitar Rp 40 ribu per hari. 

Sampah plastik yang dikumpulkan Johan dijual ke pengepul.

Sehingga, dengan pendapatan sebesar itu, dia rela masuk ke air yang dipenuhi berbagai macam sampah.

"Kalau dibersihin kami juga bingung," ucap Johan.

Warga lainnya, Ijung Sutisna (55) asal Desa Wado juga mengaku sudah sekitar satu minggu mengumpulkan sampah.

Namun, dia mencari limbah kayu di pesisir Waduk Jatigede itu.

"Ini digunakan untuk bahan bakar di dapur," ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya lautan sampah itu, ia tak perlu jauh-jauh untuk mencari kayu bakar.

Kayu dari waduk itu dia kumpulkan kemudian dikeringkan terlebih dahulu.

"Alhamdulillah enggak usah nyari jauh-jauh, di sini juga banyak buat kayu bakar. Sehari bisa dapat empat ikat dari pagi sampai siang," kata Ijung.

Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor, Lalui Jalan Berlubang & Jatuh, Pengendara Motor Tewas Dilindas

JENDERAL TNI Purn Moeldoko Jawab Tudingan Ketum Demokrat AHY: Saya Ingatkan, Jangan Ganggu Jokowi!

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved