Heboh Pulau Lantigiang di Sulawesi Selatan Dijual Rp 900 Juta, Begini Keindahan dan Daya Tariknya
Baru-baru ini, nama Pulau Lantigiang di Sulawesi Selatan banyak diperbincangkan publik karena dijual harga Rp 900 juta, bergini daya tarik dan keindah
Untuk menuju pulau itu dari Makassar, Ibu Kota Sulawesi Selatan, ada beberapa alternatif transportasi yang bisa digunakan.
Berikut di antaranya:
- Menggunakan pesawat dari Bandara Sultan Hasnuddin (Makassar) dengan tujuan Bandara H Aeropala ( Selayar) dan tersedia setiap hari.
- Menggunakan bus umum dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju terminal bus Mallengkeri (Makassar), kemudian disambung dengan bus tujuan Kota Benteng (Selayar).
Nantinya, penumpang akan dibawa menyeberangi laut melalui Pelabuhan Bira (Bulukamba) selama 2 jam untuk sampai di Pelabuhan Pamatata (Selayar).
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kota Benteng dengan kisaran waktu 1,5-2 jam.
Selanjutnya menuju ke Pelabuhan Pattumbukan untuk menuju Pulau Jinato, gerbang masuk TN Taka Bonerate dengan waktu tempuh sekitar 6-7 jam dan 2,5 jam dengan kapal speed boat.
Dari Pulau Jinato itu, hanya 30-45 untuk tiba di Pulau Lantigiang.
Habitat peneluran penyu
Dikutip dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (4/3/2020), disebutkan Pulau Lantigiang merupakan habitat peneluran penyu.
Dari hasil pemantauan pada maret 2020, ditemukan 3 jejak dan sarang penyu, salah satunya berisi telur sebanyak 94 butir jenis Penyu Sisik.
Pihak Tim Resor Jinato kemudian mengamankan telur-telur penyu tersebut dengan memindahkannya ke tempat peneluran semi-alami yang berada di Resort Jinato.
Menurut Pengendali Ekosistem Hutan Resort Jinato Sunadi Buki mengatakan, telur tersebut biasanya akan menetas dalam 2 sampai dengan 3 minggu.
Pihak Resort selalu rutin melakukan pemantauan penyu di wilayah tersebut.
(Sumber: Kompas.com/Kontributor Bulukumba, Nurwahidah | Editor: Khairina/Pythag Kurniati)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Pulau Lantigiang di Selayar yang Dijual Rp 900 Juta"