PT KAI Daop 2 Bandung Belum Pastikan Kapan Pakai GeNose untuk Penumpang Kereta Api
Alat pendeteksi covid-19 melalui hembusan napas, GeNose yang merupakan karya anak bangsa dari
Penulis: Cipta Permana | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Alat pendeteksi covid-19 melalui hembusan napas, GeNose yang merupakan karya anak bangsa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) akan digunakan sebagai syarat perjalanan bagi para pengguna jasa layanan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mulai awal Februari 2021.
Hal itu seiring diterbitkannya SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021 yang ditindaklanjuti dengan SE Kemenhub Nomor 11 Tahun 2021, tentang Perpanjangan Pemberlakukan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19.
Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Kuswardoyo mengatakan, meski regulasi resmi dari pemerintah terkait pemanfaatan GeNose sebagai salah satu syarat perjalanan penumpang transportasi perkeretaapian telah terbit, namun pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari PT. KAI terkait tindak lanjut dari dua SE tersebut.
Baca juga: Jalur Alternatif Majalengka-Kuningan Longsor, Pengendara Diimbau Waspada
"Meskipun Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) telah melakukan uji coba pemanfaatan GeNose ini bersama Pak Dirut PT. KAI (Didiek Hartantyo), Sabtu kemarin (23/1), dan disampaikan secara lisan bahwa mulai tanggal 5 Februari, alat pendeteksi covid-19 akan di gunakan di PT. KAI, tapi sampai saat ini kami (Daop 2 Bandung) belum mendapatkan surat instruksi lebih lanjut terkait penggunaan alat itu," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (26/1/2021).
Kuswardoyo menuturkan, berdasarkan informasi yang beredar, bahwa pemanfaatan alat tes GeNose akan digunakan pertama kali pada tanggal 5 Februari untuk di wilayah DKI Jakarta dan D.I. Yogyakarta.
Namun untuk PT. KAI Daop 2, pihaknya belum mendapatkan kepastian jadwal dan petunjuk pelaksanaan juga petunjuk teknis dari PT. KAI.
"Intinya teknis di lapangannya bagaimana, kami belum mengetahui seperti apa detilnya, karena saat ini sedang di rapatkan di jajaran atas (pimpinan PT. KAI) bersama Dirjen dan Kemenhub terkait juklak juknisnya seperti apa. Cuma yang jelas alat GeNose ini tarifnya hanya Rp. 20 ribu - Rp. 25 ribu, maka tentunya dengan tarif tes yang murah akan sangat membantu bagi semua pengguna jasa PT. KAI, karena selama ini rapid tes antigen tarifnya dinilai masyarakat masih cukup tinggi," ucapnya.
Baca juga: 4.220 Dosis Vaksin Covid-19 Besok Tiba di Purwakarta, Penyuntikan Hari Senin
Meski demikian, pihaknya sangat mengapresiasi dan berbangga hati, bahwa generasi muda dari UGM ini mampu menciptakan alat tes GeNose sebagai sebuah produk asli karya anak bangsa yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas.
"Kami berbangga hati atas apa yang dihasilkan oleh teman-teman dari UGM ini, dan kami sangat support untuk dapat menggunakan itu (GeNose). Bahkan, seandainya mereka sanggup memproduksi dalam jumlah banyak dan menyediakannya dalam waktu cepat, kami akan menggunakan itu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/uji-coba-genose.jpg)