Breaking News:

Bisnis Pikul Peti Jenazah Covid 19

Terkait Jasa Pikul Peti Jenazah Covid-19 di Cikadut, Pemkot Bandung: ke Liang Lahat Bukan Tugas Kita

Mengenai adanya tarif pikul peti jenazah Covid-19 tersebut, pemerintah Kota Bandung menyebut itu bukan tugas mereka.

TRIBUN JABAR / MEGA NUGRAHA SUKARNA
Peti jenazah Covid-19 diangkat ke makam. Di TPU Cikadut ada Tim Jasa Pikul Covid-19 yang mengangkat peti jenazah dari ambulans ke liang lahat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keluarga korban Covid-19 yang dimakamkan di TPU Cikadut harus membayar biaya jasa pikul jenazah Covid-19.

tarif pikul peti jenazah ini beragam, ada yang dimintai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta oleh mereka yang menyebut diri, Tim Jasa Pikul Covid-19.

Pemakaman Jenazah Korban Covid-19 sendiri sebenarnya gratis.

Mengenai adanya tarif pikul peti jenazah Covid-19 tersebut, pemerintah Kota Bandung menyebut itu bukan tugas mereka.

KEPALA Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari, mengatakan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 tahun 2011 yang mengatur pelayanan dan retribusi pemakaman umum dan pengabuan mayat, tugas Distaru hanya memberikan pelayanan penggalian dan pengurukan liang lahat.

Menurut Bambang, ini juga berlaku bagi pasien-pasien yang meninggal karena terpapar atau diduga terpapar yang dimakamkan di lokasi khusus di TPU Cikadut.

Baca juga: Ada Bisnis Angkut Peti Jenazah Korban Covid-19 di Cikadut, Namanya Tim Jasa Pikul Covid-19

Baca juga: Bisnis Pikul Peti Jenazah Covid-19 di Cikadut, Segini Tarifnya

"Pengangkutan jenazah dari ambulans ketika tiba di TPU ke liang lahat itu bukan tugas kita. Itu tugas keluarga dengan catatan memenuhi protokol kesehatan. Di lapangan kita menyiapkan APD-nya," ujar Bambang kepada Tribun saat dihubungi melalui telepon, Minggu (24/1).

Dalam praktiknya, kata Bambang, tak jarang warga sekitar ikut membantu mengangkut jenazah dari ambulans menuju liang lahat dengan imbalan tertentu.

"Saya juga sudah mendapat beberapa pengaduan dari masyarakat yang merasa diberatkan dengan biaya jasa pengangkutan jenazah dari ambulans ke liang lahat."

"Tapi setelah ditelusuri, itu bukan aparat kita yang memungut. Itu warga sekitar yang membantu (mengangkut jenazah). Hanya memang ini harus terselesaikan di lapangan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved