Breaking News:

Longsor di Sumedang

Warga dari 3 Desa Geruduk Kantor Perum Griya Sampurna, Desak Pengembang Bangun TPT Agar Tak Longsor

Desakan tersebut dilayangkan karena kontur tanah di Perumahan Griya Sampurna kondisinya sangat labil dan rentan terjadi longsor.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Warga saat menggeruduk Kantor Pemasaran Perumahan Griya Sampurna, Minggu (24/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pengembang Perumahan Griya Sampurna di Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang didesak warga untuk segera membangun tembok penahan tanah (TPT) untuk antisipasi longsor.

Selain itu, mereka juga mendesak agar pengembang memperbaiki drainase dan menanam pohon supaya lokasi tersebut bisa kembali hijau untuk antisipasi banjir bandang.

Ketua RW 13 Perumahan Griya Sampurna, Eko Sulaslo, mengatakan, desakan tersebut dilayangkan karena kontur tanah di Perumahan Griya Sampurna kondisinya sangat labil dan rentan terjadi longsor.

"Warga di Desa Cikahuripan, Desa Sukadana, dan Desa Sawah Dadap meminta pihak pengembang segera membangun TPT dan melakukan penghijauan," ujarnya saat ditemui disela aksi unjuk rasa, Minggu (24/1/2021).

Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan karena warga dari tiga desa itu khawatir terjadi longsor seperti yang terjadi di Kampung Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung pada 9 Januari 2021 lalu.

Longsor yang menyebabkan 40 orang meninggal dunia itu disinyalir karena Perumahan Pondok Daud dan Perumahan SBG dibangun diatas tebing yang curam.

"Tindakan warga ini merupakan kekhawatiran pasca kejadian longsor di Bojongkondang. Apalagi kontur tanah di Griya Sampurna lebih curam dari Bojongkondang," kata Eko.

Baca juga: Uang untuk Beli Herbisida Habis Dipakai Belanja, Suami Gelap Mata Aniaya Istri hingga Tewas

Atas hal tersebut, ratusan warga pun menggeruduk dan menyegel kantor pemasaran perumahan tersebut yakni PT Kresna Eka Karya Nugraha karena selama ini permintaan warga tidak pernah digubris.

"Segel akan dilepas, jika Direktur PT Kresna Eka Karya Nugraha mendatangi warga untuk berdiskusi. Jika tidak direalisasikan oleh pengembang, kami akan melakukan kembali musyawarah dengan warga," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved