Khawatir Longsor Seperti di Kampung Sebelah, Warga Geruduk Kantor Perum Griya Sampurna

Sejumlah warga menggeruduk Kantor Pemasaran Perumahan Griya Sampurna di Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
tribunjabar/hilman kamaludin
Khawatir Longsor Seperti di Kampung Sebelah, Warga Geruduk Kantor Perum Griya Sampurna 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sejumlah warga menggeruduk Kantor Pemasaran Perumahan Griya Sampurna di Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu (24/1/2021) siang.

Warga yang melakukan aksi ini yakni warga Kampung Cipareuag dan warga dari Perumahan Griya Sampurna itu sendiri.

Mereka khawatir terjadi longsor seperti yang terjadi Perumahan Pondok Daud, Kampung Bojongkondang, Desa Cihanjuang.

Atas hal tersebut mereka menuntut pengembang perumahan, yakni PT Kresna Eka Karya Nugraha untuk segera membenahi drainase, membangun Tembok Penahan Tanah (TPT), dan segera melakukan penghijauan.

Baca juga: Baru Awal Tahun Sudah 216 Pelanggar Prokes di Kota Sukabumi tapi Belum Diberi Sanksi

Warga Perum Griya Sampurna, Agus Setiawan (40), mengatakan, aksi dari ratusan warga ini karena khawatir terjadi bencana longsor dan banjir bandang menerjang kawasan tersebut.

"Rasa khawatir ini karena banyak terdapat retakan tanah, dan jarak tebing perumahan ini hingga ke pemukiman sekitar 10 meter," ujarnya saat ditemui seusai melaksanakan aksi unjuk rasa.

Kekhawatirkan warga ini dinilai wajar karena, kondisi  Perum Griya Sampurna dibangun di atas tebing.

Kondisi ini sama dengan Perum Pondok Daud dan Perum SBG yang mengalami longsor hingga 40 orang meningal dunia.

Agus mengatakan, sudah hampir 5 tahun lebih, pihak pengembang perumahan belum ada itikad baik untuk membenahi darinase, membangun TPT, maupun menanam pohon untuk penghijauan.

"Tidak ada itikad baik dari pihak pengembang. Kami khawatir terjadi bencana, musibah itu tidak ada yang mau," kata Agus.

Baca juga: Seusai Salat Zuhur Saat Jemaah Sedang Wirid, Tiba-tiba Atap Masjid Itu Roboh

Dengan adanya aksi warga ini, kata Agus, diharapkan pihak pengembang tersentuh dan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten Sumedang meninjau ulang perizinan Perumaha Griya Sampurna.

"Hingga saat ini belum ada upaya yang siginifikan dari pihak pengembang. Sekalipun ada peristiwa, pihak pengembang kerap menjawab, diakibatkan karena faktor alam," ucapnya.

Hal yang sama dikatakan, Yuyun, Ketua RW 07 Dusun Cipareuag, Desa Sukadana, bahwa aksi warga ini karena mereka rasa khawatir terjadi benca longsor dan banjir bandang.

"Warga kini selalu waswas bila hujan datang. Kami khawatir terjadi banjir bandang dan longsor," kata Yuyun.

Menurutnya, tebing setinggi 50 meter di perumahan Griya Sampurna dinilai membahayakan warga di Dusun Cipareuag, apalagi saat terjadi hujan deras, pemukiman warga kerap diterjang lumpur.

Baca juga: Sudah Tiga Hari Tenggelam di Sungai Cimanuk, Warga Sumedang Ini Belum Ditemukan

"Jika hujan deras, setiap gang tertutup lumpur, dan hari ini kami berkoordinasi dengan warga perumahan Griya Sampurna untuk menemui pihakn pengembang," katanya.

Sementara itu, Retno, marketing Perumahan Griya Sampurna mengatakan, kedatangan warga ke kantor pemasaran Griya Sampurna ini berkeinginan untuk dibangunkan drainase dan penghijauan lahan.

"Warga akan membuka segel, jika Bapak (Direktur PT Kresna Eka Karya Nugraha) mendatangi warga," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved