Breaking News:

ITB Kirim Alat Penyaring Air dan Tim Trauma Healing untuk Korban Gempa Mamuju dan Majene

Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan bantuan kepada korban gempa di Majene dan Mamuju,

istimewa
ITB Kirim Alat Penyaring Air dan Tim Trauma Healing untuk Korban Gempa Mamuju dan Majene 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan bantuan kepada korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, berupa alat penyaring air, hunian sementara, hingga masker.

ITB pun mengirimkan tim trauma healing untuk para penyintas di pengungsian.

Tim dari ITB tersebut diwakili Dr Muhammad Ihsan ditemani tim dari Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA Unair), Tim Unhas, Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan sukarelawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM-ITB, Denny Willy, dalam keterangannya mengatakan bantuan alat yang diberikan merupakan karya teknologi.

Baca juga: Setelah Bertarung di Pilkada, Kini Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Positif Covid-19

Di antaranya, empat unit ultrafiltrasi untuk penyediaan air minum di daerah terdampak bencana karya Prof I Gede Wenten (WRRI ITB).

Empat unit penjernih air siap minum bernama IGW Home Ultrafilter ini difubgsikan di beberapa titik penampungan para penyintas, bekerja sama dengan BPBD Sulawesi Barat.

Alat tersebut berbasis membran yang menggabungkan empat tahapan proses secara terintegrasi dalam satu alat.

Membran ini dapat memisahkan zat besi, koloid, mikroba, dan partikulat secara efektif dengan tetap menjaga kandungan mineral di dalamnya.

“Alat ini juga dilengkapi karbon aktif pada tahap penyaringan untuk menghilangkan bau, zat organik, dan sisa klorin bebas. Alat yang sama ini juga digunakan untuk membantu korban gempa di Lombok dan Palu,” katanya melalui siaran tertulis, Minggu (24/1).

Tim gabungan pun membangun dua shelter tunnel berukuran 8x7 meter, berangka kayu, sebagai hunian sementara di berbagai lokasi bencana seperti di Palu dan Lombok.

Baca juga: Tiga Wisatawan Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur, Satu Belum Ditemukan, Nekat Sudah Dilarang

Alat tersebut karya Dr Ing Andry Widyowijatnoko. Pembangunan shelter bekerja sama dengan tim sukarelawan alumni Arsitektur Universitas Tadulako (Untad).

Para korban pun diberi 2.000 masker dan sejumlah selimut hasil kerja sama dengan Satgas Pulih, Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

"Selama seminggu ke depan, Tim ITB juga akan melakukan assessment kelayakan di lokasi untuk menghadirkan tim kedua sebagai Tim Trauma Healing ITB berkolaborasi dengan Tim Psikolog Unair," katanya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved