Jembatan Gantung Ambruk di Cidaun Cianjur, Akses Antara Dua Desa Terputus

Hujan deras membuat jembatan gantung di Cidaun ambruk. Akses dua desa terputus.

tribunjabar/syarif pulloh anwari
Ilsutrasi jembatan gantung rusak. Foto diambil di KBB. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pergerakan tanah menyebabkan jembatan gantung penghubung Desa Pasirbaru dengan Cibuluh di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Kamis (21/1/2021), terputus.

Akses kedua desa menjadi terhambat karena jembatan tersebut menjadi fasilitas yang biasa digunakan oleh warga.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan, mengatakan ambruknya jembatan gantung itu saat terjadi hujan deras.

Baca juga: Status Gunung Raung Naik Jadi Waspada, Embusan Gas Terlihat, Sebelumnya Terdengar Gemuruh

Baca juga: Identitas Perempuan Muda yang Dibunuh di Persawahan Karawang Terungkap, Ternyata ABG 15 Tahun

"Saat ini aktivitas warga yang biasa menggunakan jembatan gantung penghubung Desa Puncak Baru dengan Cibuluh tersendat," kata Irfan, melalui sambungan telepon Jumat (22/1/2021).

Irfan mengatakan, di lokasi kejadian BPBD telah menempatkan personel Relawan Tangguh Bencana (Retana).

Jumlahnya sebanyak 10 orang atau di masing-masing perbatasan antardesa itu 5 orang.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perkimtan (Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan) untuk melakukan asesmen dan kajian," kata Irfan.

Menurutnya, perbaikan jembatan gantung segera harus dilakukan, mengingat keberadaannya cukup vital.

Apalagi akibat tidak adanya jembatan, warga harus memutar arah hingga beberapa kilometer.

"Jembatan ini sifatnya urgen. Harus segera diperbaiki," katanya.

Baca juga: Hilang Pulang Berobat, Ibu Rumah Tangga di Sukabumi Ditemukan Tewas di dalam Sumur

Bersamaan ambruknya jembatan gantung penghubung Desa Pasirbaru dengam Cibuluh, kata Irfan, terjadi juga bencana di desa lain di Kecamatan Cidaun.

Hasil laporan Retana Kecamatan Cidaun, terjadi tanah longsor dan ambruknya aula SMPN 7 Cidaun di Desa Gelarwangi.

"Jadi, pada Kamis (21/1/2021) petang ada tiga lokasi bencana di Kecamatan Cidaun. Untuk material tanah longsor yang menutup jalan, kami minta bantuan alat berat dari Dinas PUPR. Sekaligus juga kami evakuasi mandiri masyarakat. Tidak ada korban luka ataupun jiwa dari tiga lokasi bencana tersebut," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengatakan terdapat 8 unit alat berat yang disiagakan untuk membantu sewaktu-waktu terjadi bencana tanah longsor.

Delapan alat berat itu terdiri dari 5 unit ekskavator PC 45, 2 unit ekskavator PC 200, dan 1 unit loader.

"Kami stanby-kan alat berat. Sewaktu-waktu dibutuhkan, kami siapkan alat beratnya kalau terjadi bencana," kata Eri.

Baca juga: PSBB Proporsional di Bandung Diperpanjang, Ada Penambahan Area Buka Tutup Jalan, Ini Aturan Lainnya

Baca juga: Gegara Gadai HP, Pria Cirebon Ngamuk Sambil Mabuk, Satu Keluarga di Indramayu Dianiaya Pakai Samurai

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved