Breaking News:

Gelap Mata, Pria di Pangandaran Bacok dan Pukul Mantan Istri, Diduga Sakit Hati Ajakan Rujuk Ditolak

Penolakan membuat pelaku nekat melakukan penganiayaan dengan cara memukul korban pakai per bekas mobil dan kapak

Shutterstock
Ilustrasi Penganiayaan 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Peristiwa penganiayaan oleh seorang pria lanjut usia (S), sudah cerai selama 3 tahun sampai sekarang.

Ikatan sepasang lansia antara S (65) warga dengan N (59) warga Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, sudah bercerai sejak 3 tahun lalu.

Tap, akhir-akhir ini S (pelaku) yang merupakan mantan suami dari N (korban) mengajak N untuk rujuk kembali, namun ajakan S mendapatkan penolakan dari N yang berujung terjadinya pemukulan.

Menurut salah satu anak dari N (korban,red), Rusyani (30), pelaku itu mantan suami ibu, dan kemungkinan masih ada perasaan.

"Mungkin, si bp merasa sakit hati lantaran ditolak ibu pada saat pelaku mengajak rujuk kembali," kata Rusyani saat ditemui Tribun Jabar di klinik Anisa, Jum'at (22/1/2021).

Ia menyampaikan, bahwa Ibunya menolak S (pelaku) yang mengajak rujuk, dan mungkin dia sakit hati atas penolakan itu.

Ini membuat pelaku nekat melakukan penganiayaan dengan cara memukul korban pakai per bekas mobil dan kapak sampai 4 kali.

Baca juga: GoFood Konsisten Jadi Andalan Pelanggan dengan menjadi Destinasi Pencarian dan Pengantaran Makanan

"Ya, kurang lebih sekitar 3 tahunan berpisah, dan tentunya ibu menolak saat diajak rujuk pasti ada alasannya," kata ia.

Rusyani memaparkan, pelaku melakukan penganiayaan kepada korban ketika korban sedang wudhu karena mau solat subuh.

"Pelaku nekat melakukan aksinya sekitar pukul 05.00 WIB pada saat ibu saya beranjak keluar dari kamar mandi terus dibacok pakai per bekas mobil dan kapak," ucapnya.

Akibatnya, sambung dia, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan harus menjalani perawatan tim medis di klinik Anisa.

"Beruntung pada saat kejadian, ibu saya teriak minta tolong dan ada warga yang mendengar teriakannya yang akhirnya dibawa kesini (klinik) dengan kondisi bersimbah darah," ucapnya.

Menurutnya, Luka yang dialami ibu bukan hanya di kepala tetapi di bagian dada, tangan, dan juga kaki terdapat luka juga memar.

Baca juga: Lapasustik Kelas IIA Cirebon Siapkan 12 Ruang Isolasi untuk Warga Binaan Pindahan

Penulis: Padna
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved