Rabu, 22 April 2026

Gadis Indramayu Ini Nyaris Dijual di UEA, Lolos Berkat Kepintarannya

Kejadian itu dialami oleh gadis berinisial I (20) yang awalnya hendak bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Editor: Ravianto
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Tiga pelaku warga Kabupaten Indramayu ditangkap karena diduga hendak menjual seorang gadis asal Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Seorang gadis asal Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka nyaris dijual ke Timur Tengah.

Gadis ini lolos dari perdagangan manusia berkat pengetahuan dan kepintarannya.

Baca juga: Puluhan Tenaga Kesehatan Kota Bandung Mangkir dari Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Pekerja yang Belum Terima Bantuan Subsidi Gaji Termin November-Desember, Diupayakan Cair Bulan ini

Perempuan berinisial I (20) ini mendapat info di penampungan kalau dia akan dikirim ke Uni Emirat Arab.

Padahal, dia tahu kalau UEA tertutup untuk pengiriman TKI.

Dia lantas menghubungi keluarga agar dilaporkan ke polisi.

Kejadian itu dialami oleh gadis berinisial I (20) yang awalnya hendak bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Namun, karena kesigapan petugas dari Polres Majalengka yang menerima laporan bahwa adanya dugaan penjualan perdagangan orang ke luar negeri, tiga warga Kabupaten Indramayu berinisial AM, AS dan S berhasil ditangkap.

"Polisi sudah menahan tiga orang tersangka, termasuk seorang perempuan," ujar Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda melalui Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan, dalam keterangan resminya di Mapolres setempat, Senin (18/1/2021).

Menurut Siswo, kasus perdagangan orang atau human trafficking dengan modus PMI ilegal tersebut terungkap berkat laporan dari keluarga korban ke Polres Majalengka.

Bahwa korban berinisial IN mulanya ditawari kerja di Malaysia.

Kemudian, ia daftar dan melengkapi syarat-syarat dan ia dimasuKkan ke BLK di Indramayu.

Setelah 2,5 bulan korban dipulangkan ke rumah karena situasi pandemi.

Kemudian pada sekira bulan November, korban dihubungi dan diminta untuk mengirimkan foto diri untuk diberangkatkan ke timur tengah, yakni ke Abu Dhabi dengan alasan bahwa ke Malaysia lama.

"Saat itu, korban tidak menanggapinya karena korban tidak diperkenankan untuk pelatihan bahasa kembali di BLK," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved