Jumat, 29 Mei 2026

MEMALUKAN! Delapan Pebulu Tangkis Indonesia Dihukum BWF, Terlibat Pengaturan Skor

Delapan pebulu tangkis Indonesia terlibat pengaturan skor. Demikian diungkapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Para pebulu tangkis cilik terlihat antusias dan bersemangat mengikuti kejuaraan bulu tangkis, Wira Muda Open Tournament 2019, di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (30/9/2019). 

TRIBUNJABAR.ID - Delapan pebulu tangkis Indonesia terlibat pengaturan skor. Demikian diungkapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Melalui laman resminya, BWF mengumumkan dua kasus integritas atlet bulu tangkis pada Jumat (8/1/2021).

Kedua kasus itu melibatkan whistleblower yang melaporkan informasi kepada BWF tentang perilaku korup, termasuk memanipulasi pertandingan demi uang.

Sidang kedua kasus itu sudah rampung digelar pada akhir 2020.

Baca juga: Aston Villa vs Liverpool di Piala FA, Takumi Minamino Bakal Tampil Sejak Menit Awal

Baca juga: Badai Cedera AC Milan Makin Parah, Kini Giliran Hakan Calhanoglu akan Absen Pekan Ini

Pihak BWF menegaskan telah melibatkan berbagai pihak dalam melakukan investigasi soal kasus ini.

"Delapan pemain Indonesia yang saling mengenal dan berkompetisi di turnamen internasional level bawah di Asia hingga 2019 melanggar aturan integritas BWF terkait pengaturan pertandingan, memanipulasi pertandingan, atau taruhan bulu tangkis," demikian pernyataan resmi BWF.

Kedelapan pemain bulu tangkis Indonesia itu adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto Putra.

Selain itu, BWF mengungkapkan tiga dari delapan pemain terbukti melakukan koordinasi pengaturan skor kepada orang lain.

Ketiga atlet itu adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto.

Sebagai akibat, ketiganya dilarang bertanding dan melakukan semua kegiatan yang berhubungan dengan bulu tangkis selamanya.

Lima pemain lainnya dijatuhi hukuman skorsing antara enam sampai 12 tahun.

Tidak hanya diskors, kelimanya masing-masing didenda antara 3.000 dolar AS (sekitar 42 juta rupiah) hingga 12.000 dolar AS (168 juta rupiah).

Dari 8 pemain yang terlibat, nama Agripinna Prima Rahmanto Putra menjadi yang paling disorot.

Dia pernah menjadi tandem Marcus Fernaldi Gideon (yang sekarang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo) dan meraih prestasi pada era 2011-2012.

Duet keduanya berhasil menjuarai ajang Singapura Internasional 2011 dan Iran Fajr Internasional 2012.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved