Breaking News:

MEMALUKAN! Delapan Pebulu Tangkis Indonesia Dihukum BWF, Terlibat Pengaturan Skor

Delapan pebulu tangkis Indonesia terlibat pengaturan skor. Demikian diungkapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Para pebulu tangkis cilik terlihat antusias dan bersemangat mengikuti kejuaraan bulu tangkis, Wira Muda Open Tournament 2019, di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (30/9/2019). 

Lima pemain lainnya dijatuhi hukuman skorsing antara enam sampai 12 tahun.

Tidak hanya diskors, kelimanya masing-masing didenda antara 3.000 dolar AS (sekitar 42 juta rupiah) hingga 12.000 dolar AS (168 juta rupiah).

Dari 8 pemain yang terlibat, nama Agripinna Prima Rahmanto Putra menjadi yang paling disorot.

Dia pernah menjadi tandem Marcus Fernaldi Gideon (yang sekarang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo) dan meraih prestasi pada era 2011-2012.

Duet keduanya berhasil menjuarai ajang Singapura Internasional 2011 dan Iran Fajr Internasional 2012.

Meski demikian, BWF memberikan hak kepada para atlet untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam tempo 21 hari sejak putusan tersebut.

PBSI Angkat Bicara

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) angkat bicara soal kasus pengaturan hasil pertandingan yang melibatkan delapan pebulu tangkis Indonesia.

Melalui Kepala Bidang Humas dan Media, Broto Happy, PBSI memastikan bahwa kedelapan pemain itu bukanlah penghuni pelatnas Cipayung.

Ketika melakukan tindakan yang mencederai sportivitas pada tahun 2015 hingga 2017, kedelapan pemain itu juga tidak berstatus sebagai pemain tim nasional penghuni pelatnas Cipayung.

"Bisa dipastikan delapan pemain yang dihukum BWF tersebut adalah bukan penghuni pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur," ucap Broto Happy dalam rilis yang diterima Kompas.com.

"PBSI mengutuk perbuatan tercela tersebut yang telah mencederai nilai-nilai luhur olahraga yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap atlet seperti sportivitas, fair play, respek, jujur, dan adil," kata Broto Happy. (*)

Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved