Breaking News:

Santap Menu di Ngunduh Mantu, Puluhan Warga Kawali Ciamis Keracunan, Ustaz Meninggal Dunia

Puluhan warga Dusun Cibiru, Desa Kawali, Kecamatan Kawali, Ciamis, keracunan pada Sabtu (2/1) sore dan Minggu (3/1/2021).

Istimewa
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, membesuk korban keracunan yang dirawat di Puskesmas Kawali Ciamis, Senin (4/1) siang. 

Mereka kemudian dirawat di Puskesmas Kawali.

Setelah dilakukan penelusuran di lapangan, warga yang mengalami keluhan tersebut setelah sebelumnya mengonsumsi makanan dari hajatan warga sehari sebelumnya, Sabtu (2/1).

“Setelah dilakukan penelusuran di lapangan diketahui ada seorang warga yang meninggal setelah mengalami gejala serupa. Paparan toksin, gejala keracunan diperkirakan dimulai sejak Sabtu (2/1) siang,” jelas Wahyu.

Pihak Dinkes Ciamis, kata Wahyu, sudah mengambil spesimen makanan yang tersisa, berikut sampel darah dan feses.

Baca juga: Tol Cisumdawu Percepat Waktu Bandung-Bandara Kertajati Jadi Kurang Sejam, Seksi 6B Segera Dibangun

“Sampel makanan, sampel darah, dan feces sudah dikirim ke BKL,” ujar Bayu.

Informasi yang diperoleh Tribun, warga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi hidangan prasmanan berupa sayur, masakan olahan daging sapi, dan daging ayam pada acara hajatan.

Setelah berada di rumah masing-masing, sekitar pukul 16.00 pada Sabtu (2/1) sore tersebut banyak yang mulai merasakan gejala mual-mual, pusing, diare, dan muntah-muntah.

Ada yang merasakan panas tinggi tetapi menggigil. Kebanyakan yang merasakan gelaja keracunan tersebut orang dewasa, malah ada pasangan suami-istri.

Ustaz Sutrisno (51) yang memimpin doa pada acara hajat tersebut juga mengalami gejala serupa.

Namun Ustaz Sutrisno yang sempat berangkat dengan sepeda motor ke rumah anaknya di Panumbangan, diduga mengalami dehidrasi berat.

Penyebab kejadian keracunan massal yang menimpa puluhan warga di Kawali tersebut masih dalam proses penyelidikan epidemiologi (PE) serta pengumpulan evidence base melalui pemeriksaan medis laboratarium atas sampel sisa makanan, sampel darah dan sampel feses.

Selain itu, petugas juga mewawancarai 63 warga yang hadir pada acara hajatan, termasuk yang mengalami keracunan. (*)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved