Kouta Vaksin Covid-19 Tahap Pertama 45 ribu, Soal Jadwal Vaksinasi, Ini Kata Kadinkes Kota Bandung

Kadinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanegara mengatakan, Kota Bandung akan mendapatkan kouta vaksin covid-19 Sinovac sebanyak 45 ribu dosis

Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
ilustrasi vaksin Covid-19- Kadinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanegara mengatakan, Kota Bandung akan mendapatkan kouta vaksin covid-19 Sinovac sebanyak 45 ribu dosis 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanegara mengatakan, Kota Bandung akan mendapatkan kouta vaksin covid-19 Sinovac sebanyak 45 ribu dosis dari total 97 ribu dosis vaksin tahap pertama, yang telah di distribusikan ke beberapa daerah di Jawa Barat oleh Pemerintah Provinsi Jabar dan PT. Bio Farma. 

Meski demikian, jumlah tersebut masih akan terus berkembang sesuai dengan jumlah sasaran vaksinasi dan alokasi ketersediaan vaksin covid-19 oleh pemerintah pusat.

"Jumlah 45 ribu itu angka awal dari gambaran distribusi kuota yang kami dapatkan. Jadi, untuk vaksinasi, baik sasaran maupun jumlah vaksin itu memang kita di alokasikan oleh pemerintah pusat, sesuai dengan data yang tercatat. Maka sampai dengan informasi terakhir yang kami peroleh adalah demikian (45 ribu), tentu angka ini masih akan terus update atau berkembang sesuai dengan jumlah sasaran yang harus kami vaksinasi," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Cerita Dokter di Bandung Penerima Vaksin Covid-19, Dapat SMS dari Kemenkominfo, Begini Isinya

Ahyani pun menjelaskan, jumlah 45 ribu dosis vaksin covid-19 di tahap awal diprioritaskan untuk disuntikan kepada para sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan, sehingga bukan hanya profesi dokter dan perawat saja, tetapi seluruh pegawai yang bekerja di fasilitas kesehatan.

Dimana masing-masing orang akan dilakukan dua kali penyuntikan.

Karena vaksinasi ini merupakan program nasional, maka secara petunjuk teknis, waktu penyuntikan, sasaran kriteria penerima vaksin semua mengacu pada skema teknis yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. 

"Untuk tahap pertama ini, dan seluruh daerah di Indonesia pun sama, diprioritaskan untuk seluruh SDM kesehatan, jadi bukan hanya dokter dan perawat saja, tapi semua yang bertugas di fasilitas layanan kesehatan, seperti cleaning service, pegawai non ASN, petugas lapangan, termasuk juga satpam. Intinya semua yang bekerja di fasilitas kesehatan semua menjadi prioritas vaksinasi," ucapnya.

Baca juga: Jabar Dapat Jatah 38 Ribu Vaksin Covid-19 untuk Tahap I, BELUM BOLEH Disuntikkan

Menurutnya, untuk dapat memperoleh vaksinasi ini, semua calon peserta prioritas itu diwajibkan untuk mendaftarkan diri dalam sistem informasi SDM Kesehatan Nasional milik Kementerian Kesehatan.

Hingga saat ini tercatat jumlah calon peserta yang terdaftar telah mencapai 23.891 orang.

Data tersebut masih terus berkembang seiring jumlah pendaftar, sehingga dimungkinkan mempengaruhi alokasi kuota vaksin yang akan diberikan.

Untuk tahap kesatu pendaftaran calon peserta di sistem informasi SDM Kesehatan lanjutnya, memang telah berakhir pada  tanggal 3 Januari 2021, namun apabila terdapat SDM Kesehatan yang belum terdaftar dapat mendaftar melalui email yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan maupun Satgas Covid-19 nasional.

Baca juga: Jika Vaksin Covid-19 Datang, Bupati Pangandaran Siap Jadi yang Pertama Divaksin

"Jadi memang diharapkan semua SDM Kesehatan itu pro aktif lakukan pengecekan masing-masing, apakah namanya sudah terdata atau masuk dalam sistem informasi SDM Kesehatan itu atau belum. Kalau belum ada, mereka dapat daftar melalui email, dan itu sudah di informasikan baik dari info yang dikeluarkan oleh Kemenkes maupun Satgas Covid-19 nasional," ujar Ahyani. 

Disinggung lokasi penyuntikan vaksin covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Bandung, menurutnya, terdapat 180 fasilitas layanan kesehatan di Kota Bandung yang telah disiapkan sebagai lokasi vaksinasi, jumlah tersebut terdiri dari 80 Puskesmas, 34 rumah sakit, kantor kesehatan pelabuhan, dan beberapa klinik kesehatan.

Baca juga: Belum Tahu Kapan Akan Diterima, Dinkes Sumedang Sudah Siapkan Tempat Khusus Simpan Vaksin Covid-19

"Selain mempersiapkan lokasi vaksinasi, kami pun telah mempersiapkan sejumlah petugas penyuntikan atau vaksinator yang telah mengikuti pelatihan. Untuk yang telah melakukan pelatihan tahap pertama saja ada sebanyak 499 tenaga kesehatan. Maka  diharapkan jumlahnya terus meningkat, seiring bertambahnya rombongan tenaga kesehatan yang akan mengikuti pelatihan vaksinasi di tahap kedua mulai hari ini (5/1/2021)," ucapnya.

Disinggung terkait rencana penjadwalan simulasi vaksinasi di Kota Bandung, Ahayani menjelaskan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemerintah provinsi Jawa Barat.

"Untuk simulasi belum kami rancang, karena kami juga masih menunggu rapat terakhir dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena kita harus tahu timeline dari Provinsi juga," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved