Pengrajin Tempe Rugi, Harga Kedelai Melambung, Pilih Mogok Jualan, Siap-siap Harga Tahu Tempe Naik
Kenaikan harga kedelai diprediksi akan terus melambung dan semakin tidak terkendali
Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
Ia mengharapkan pemerintah bisa menormalkan kembali situasi dan tata niaga kedelai di Indonesia, salah satunya dengan menggalakan swasembada kedelai.
Pasalnya, saat ini kedelai yang digunakan oleh para pengrajin tahu dan tempe berasal dari impor.
Baca juga: Putra Sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Berduka Mendalam, Kader Senior Demokrat Meninggal
Ia pun menambahkan, para pengrajin sebenarnya bukan tidak ingin menggunakan bahan baku kedelai lokal, seperti dari daerah Cianjur, Majalengka, hingga Subang yang hasil dan rasanya lebih enak dibandingkan kedelai impor.
Namun minimnya petani kedelai, membuat keterbatasan bahan baku yang saat panen hanya dapat dirasakan atau habis oleh kebutuhan kedelai di daerahnya masing-masing.
"Sebenarnya kita ingin pakai kedelai lokal, tapi karena produksinya tidak besar. Saat panen ya habis di daerah di sana, di sini engga kebagian atau enggak sampai ke sini. Jadi kami berharap pemerintah memiliki cara mensiasati untuk menormalkan kembali tata niaga, atau seperti dulu lagi, Pemerintah memberikan subsidi Rp.1000 per kilo kepada para pengrajin seperti yang sempat berjalan dulu, tapi cuma jalan tiga bulan setelah itu enggak ada lagi," katanya.