Polisi Ungkap Penipuan Lelang Online Sepatu, 400 Orang Jadi Korban, Ini Modus yang Dilakukan Pelaku

Petugas Polresta Cirebon menangkap pelaku penipuan lelang online sepatu korbannya telah mencapai 400-an orang dan berasal dari berbagai daerah

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Siti Fatimah
istimewa
Petugas Polresta Cirebon menangkap pelaku penipuan lelang online sepatu korbannya telah mencapai 400-an orang dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia 

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Petugas Polresta Cirebon menangkap pelaku penipuan lelang online sepatu berinisial JJ.Diketahui, tersangka merupakan warga Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, mengatakan, tersangka telah melakukan aksinya sejak 2019 - 2020.

Bahkan, korbannya telah mencapai 400-an orang dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Jangan Lengah Meski Angka Kesembuhan Covid-19 di Jabar Naik

"Korbannya berasal dari hampir seluruh provinsi se-Indonesia, kecuali Aceh, Papua, Ambon, dan Maluku," ujar M Syahduddi saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (31/12/2020).

Ia mengatakan, aksi penipuan tersebut dilakukan tersangka secara online melalui akun Instagram sehingga jangkauannya cukup luas.

Lelang online itu dilaksanakan selama 30 menit dan pemenangnya merupakan orang yang memberikan harga tertinggi.

Baca juga: VIDEO-Kapolres Purwakarta Klaim Kriminalitas dan Narkotika Turun Sepanjang 2020, yang Naik 3 Kasus

Selanjutnya pemenang diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening bank tersangka.

Namun, setelah beberapa waktu tersangka tidak mengirimkan sepatu yang dilelang.

"Dari seluruh aksi penipuan itu tersangka memeroleh keuntungan hingga Rp 800 juta," kata M Syahduddi.

Baca juga: FPI Dibubarkan, Rocky Gerung Sebut Ganggu Akal Demokrasi, Fahri Hamzah dan Fadli Zon Pun Menanggapi

Syahduddi menyampaikan, keuntungan dari hasil penipuan itu digunakan tersangka untuk kebutuhan sehari-harinya.

Bahkan, termasuk membeli sejumlah barang elektronik, yakni lemari pendingin, televisi, sound system, dan lainnya, yang kini dijadikan barang bukti.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP juncto Pasal 64 KUHP dan diancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved