Breaking News:

Virus Corona

Jangan Lengah Meski Angka Kesembuhan Covid-19 di Jabar Naik

Meski jumlah pasien sembuh terus meningkat, Pikobar juga merilis bahwa dalam 24 jam terakhir terdapat 1.024 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Sebelum diberi surat keterangan sehat, ke-20 warga positif Covid-19 tanpa gejala dan sudah isolasi lebih dari dua minggu, diperiksa kesehatannya, Rabu (16/12/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 214 warga Jabar yang terpapar corona dinyatakan sembuh dan lepas dari masa isolasi. Perkembangan terbaru ini dirilis Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar  atau Pikobar, melalui laman resminya, Kamis (31/12/2020). Penambahan tersebut membuat jumlah pasien yang dirawat atau masih menjalani masa isolasi di Jabar tinggal sebanyak 11.619 orang.

Meski jumlah pasien sembuh terus meningkat, Pikobar juga merilis bahwa dalam 24 jam terakhir terdapat 1.024 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Penambahan hari ini jauh lebih tinggi dari sehari sebelumnya. Kemarin, sekalipun terbilang tinggi, penambahan kasus positif baru di Jabar masih di kisaran angka 800-an.

Penambahan 1.024 kasus baru ini membuat kumulatif kasus Covid-19 di Jabar menjadi 83.579 kasus. Dalam kesempatan sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengingatkan warga untuk terus waspada dan tetap disiplin terapkan protokol kesehatan yakni disiplin mengenakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

"Pandemi ini belum berakhir," ujarnya, saat itu. "Tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan."

Selain penambahan kasus positif aktif, Pikobar juga mencatat adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal di Jabar dalam 24 jam terakhir.

Kamis (31/12/2020) malam, kumulatif jumlah pasien meninggal di Jabar menjadi 1.172, atau bertambah 11 orang dari hari sebelumnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, juga mengaku prihatin dengan masih terus bertambahnya pasien positif aktif baru diberbagai wilayah di Indonesia.

Pekan ini, menurut Wiku, bahkan terjadi penambahan jumlah daerah yang menjadi zona merah secara signifikan. Jika pekan lalu hanya 60 daerah, pekan ini menjadi 76 daerah.

Wiku mengatakan, meningkatnya zona merah perlu menjadi bahan evaluasi untuk masing-masing daerah. Sebab, jika dilihat sejak Minggu pertama November, angka cenderung meningkat.

"Ini menandakan risiko penularan di tingkat kabupaten/kota mengalami perkembangan ke arah yang tidak baik," ujar Wiku saat memberi keterangan pers mengenai perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa lalu.

Masih terus bertambahnya pasien-pasien yang dirawat, menunjukkan bahwa penularan Covid-19 masih terjadi. (*)

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona.
Tribunjabar.co.id (Tribunnetwork) mengajak seluruh pembaca untuk selalu
menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).

Penulis: Arief Permadi
Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved