Breaking News:

Nama-nama Bermunculan Bersama Isu Reshuffle Kabinet, PPP Sebut Nama Masih Berubah-ubah

Namun nama-nama calon menteri yang akan ditunjuk Presiden Joko Widodo tersebut masih terus mengalami perubahan.

KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/11/2019) 

TRIBUNJABAR.ID - Isu perombakan atau reshuffle kabinet semakin santer terdengar. Beberapa nama disebut-sebut dipanggil ke istana untuk persiapan menduduki kursi menteri.

Namun nama-nama calon menteri yang akan ditunjuk Presiden Joko Widodo tersebut masih terus mengalami perubahan.

Hal tersebut disampaikan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani, Rabu (23/12/2020).

"Tentang portofolio yang akan direshuffle atau orang yang akan masuk kabinet bisa berubah-ubah sampai reshuffle diumumkan," kata Arsul, dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (22/12/2020).

Arsul berpendapat, PPP tidak pantas mengomentari menteri mana saja yang akan diganti oleh Presiden Jokowi.

Penggantian jabatan menteri, menurutnya, merupakan hak prerogatif presiden.

"PPP memahami bahwa Presiden secara seksama bersama Wapres sedang godok rencana reshuffle. Bagaimanapun, itu hak prerogatif Presiden yang tentu akan berdiskusi dengan wapres," ujarnya.

Baca juga: Jika tak Kunjung Ada Kepastian, Pelatih Persib Robert Alberts Sarankan Liga 1 2020 Dihentikan

Diketahui, saat ini terdapat dua posisi menteri kosong di jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Kekosongan dua jabatan menteri tersebut dikarenakan kasus korupsi. Menteri Kelautan dna Perikanan Edhy PRabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster.

Sementara itu, Menteri Sosial Juliari P Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved