Terpilih Jadi Ketum Asosiasi Daerah Penghasil Migas, Ini Janji Ridwan Kamil
Ridwan Kamil terpilih menjadi Ketua Umum Daerah Penghasil Migas (ADPM). Ini janji Emil saat pimpin ADPM.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Asosial Daerah Penghasil Migas (ADPM) kini punya ketua umum baru.
Melalui Musyawarah Nasional (Munas) IV ADPM “Bangkit Migas Indonesia”, Gubernur Jabar terpilih sebagai Ketum ADPM Periode 2020-2025.
Munas digelar di The Anvaya Beach Resort, Bali, Senin (21/12/2020).
Baca juga: Hari Ibu 22 Desember, Ini Deretan Film yang Cocok Ditonton Bareng Ibu dan Keluarga Selama di Rumah
Baca juga: Prima Protect + Hadirkan Traveling Kit Jaga Protokol Kesehatan Saat Naik Transportasi Online
Di masa kepemimpinannya sebagai Ketum ADPM, Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, berjanji akan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari masing-masing provinsi penghasil migas untuk terlibat aktif dalam berbagi peran menyejahterakan masyarakat.
Menurutnya, hal tersebut akan menjadi kekuatan utama pemerataan peningkatan ekonomi di masa mendatang.
“Di pengurusan baru, penguatan kepada manajemen daerah akan dimaksimalkan. Kita harus pahami tujuan kita sama dengan pusat yaitu menyejahterakan masyarakat,” ujar Emil.
Selain itu, Emil akan mencoba menekankan sisi keadilan organisasi dengan mengikutsertakan seluruh wilayah di Indonesia untuk berbagi peran dalam mengembangkan potensi energi migas.
Hal itu, katanya, sesuai sila kelima Pancasila yaitu "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia".
Emil pun mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, sebagai Ketum ADPM sebelumnya.
Selama memimpin ADPM lima tahun ke depan, Emil berjanji akan meneruskan hal yang positif dan mencoba menyempurnakan kekurangan terdahulu.
Baca juga: Sambut Hari Ibu, Member Sanggar Senam Rucita Lembang Gelar Aerobik Pakai Kebaya
Baca juga: Daftar Lokasi dan Tempat Wisata yang Diwajibkan Bawa Hasil Rapid Test Antigen, Ada Operasi Yustisi
“Tentunya sesuai syariat, yang baik akan kami teruskan yang kurang akan kami sempurnakan. Dalam waktu sebulan ada kepengurusan baru dan ada semangat Sila Kelima Pancasila, ini akan menjadi dasar perjuangan dari ADPM di masa depan yang mewakili seluruh bagian NKRI,” kata Emil.
Sebagai Ketum ADPM, Emil pun mengantisipasi sumber energi terbarukan Biofuel atau Bahan Bakar Nabati (BBN).
Biofuel merupakan energi yang terbuat dari materi hidup, biasanya tanaman, kotoran hewat, atau sampah domestik, dan termasuk ramah lingkungan karena rendah karbon serta mengurangi peran dari bahan bakar fosil.
“Saya kira intinya kita harus mengantisipasi teori baru dalam energi terbarukan, yang muncul ke permukaan misalnya ada Biofuel, dengan tanpa meninggalkan apa yang ada di depan mata yang dalam hitungan masih ada dalam 30-50 tahun ke depan,” ucap Emil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/emil-jadi-ketum-adpm.jpg)