Minggu, 3 Mei 2026

Rapid Test Antigen Calon Penumpang di Stasiun Kiaracondong Rp 105 Ribu, Dimulai Pukul 08.00 Besok

Setiap calon penumpang yang akan menaiki kereta api untuk perjalanan jauh dari Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, harus memiliki hasil rapit test ant

Tayang:
Editor: Giri
tribunjabar/cipta permana
Antrean calon penumpang yang akan memeriksakan Rapid test Antigen terjadi di halaman depan Stasiun Kiaracondong, Senin (21/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setiap calon penumpang yang akan menaiki kereta api untuk perjalanan jauh dari Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, harus memiliki hasil rapit test antigen negatif Covid-19.

Pemberlakukan itu mulai besok, Selasa (22/12/2020).

Untuk calon penumpang, bisa melaksanakan test tersebut di Stadion Kiaracondong.  

Tarif pemeriksaan rapid test antigen ini Rp 105 ribu. Rapid test dilaksanakan di halaman depan atau hall Stasiun Kiaracondong mulai pukul 08.00 WIB.

Hasil rapid test antigen itu sebagai syarat menikmati layanan transportasi umum. Ketentuannya, surat tersebut berlaku selambat-lambatnya tiga hari sebelum waktu pemberangkatan.

Aturan itu, sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub No 23 Th 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian Selama Masa Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: WASPADA, Sudah Ada 23 Rumah Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sukabumi pada November-Desember

Pada tahap awal, layanan tersebut tersedia di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Semarang Tawang, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, dan Surabaya Pasar Turi.

Humas PT KAI Daop 2, Kuswardoyo, membenarkan, penerapan aturan wajib hasil negatif pada pemeriksaan rapid test antigen akan diberlakukan di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, mulai besok.

Di mengimbau agar calon penumpang kereta api tidak melakukan pemeriksaan secara mendadak jelang waktu keberangkatan.

Baca juga: Pilih Hujan-hujanan, Forum Sulaturahmi Ulama Pelabuhanratu Minta Rizieq Shihab Dibebaskan

Baca juga: Nikita Mirzani Sudah Maafkan Ustaz Maheer yang Sempat Mengoloknya, Bahkan Kirim Makanan ke Penjara

Pasalnya, berdasarkan simulasi pelaksanaan rapid test antigen yang dilakukan pihaknya di Stasiun Kiaracondong, Senin (21/12/2020), dibutuhkan durasi pelaksanaan pemeriksaan tanpa antrean sekitar satu jam per orang.

"Jadi durasi yang dibutuhkan untuk proses pemeriksaan itu lebih lama dari pada rapid test sebelumnya (antibodi). Malahan dari hasil simulasi tadi untuk menangani satu pasien saja sampai hasilnya keluar, dibutuhkan waktu sekitar satu jam. Itu tanpa antrean. Kalau ada antrean seperti misalnya besok, pasti lebih lama lagi, diperkirakan bisa satu setengah sampai dua jam," ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (21/12/2020).

Melihat durasi pemeriksaan yang relatif lama, kata Kuswardoyo, pihaknya pun akan melakukan koordinasi lanjutan dengan petugas kesehatan pelaksana dan juga petugas keamanan di Stasiun Kiaracondong.

Sebab, dia tidak ingin pemeriksaan rapid test antigen ini justru menimbulkan antrean dan kerumunan baru yang berisiko terhadap penularan Covid-19.

"Tadi kita koordinasi di sana bagaimana untuk antrean kita atur bagaimana posisinya dan alurnya, sehingga tidak akan berpotensi menyebabkan kerumunan dan risiko penularan Covid-19," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved