Breaking News:

Derita TKW Majalengka, Pulang-pulang Rumahnya Berpindah Tangan ke Bidan Desa, Diduga Ada Pemalsuan

Namun, keberadaannya di negara naga kecil Asia sejak tahun 2010 lalu itu tidak dalam keadaan tenang.

eki yulianto/tribun jabar
Kuasa Hukum TW, Dadan Taufik. TW TKW Majalengka yang mengaku rumahnya dikuasai oleh bidan desa sementara sang bidan desa menyebut telah membeli dari ayah TW. 

"Saya duganya sih, ada pemalsuan tanda tangan saya, sehingga terbit sertifikat tanah dan rumahnya itu tidak lagi atas kepemilikan saya," ucapnya.

Berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, tertanggal 22 Desember 2016 lalu, PN mengadili DAY (suami bidan AH) dengan hukuman penjara 10 bulan dan menetapkan untuk ditahan.

Kemudian, terdakwa melakukan banding ke PT dan diputuskan pada 13 Pebruari 2017 terdakwa dihukum penjara selama 1,6 tahun dan menetapkan terdakwa segera ditahan.

Selanjutnya, terdakwa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Keputusan MA pada 10 Agustus 2017 ditolak kasasi yang diajukan terdakwa.

“sekarang DAY sudah masuk penjara di Lapas Majalengka,” jelas dia.

‎TW mengungkapkan, DAY memang telah dihukum.

Namun, ia mengajukan gugatan lain yakni soal perdata terhadap kepemilikan rumahnya  yang kini ditempati terdakwa.

Untuk proses hukum selanjutnya ke Pengadilan Negeri Majalengka, TW telah memberikan kuasa hukum kepada pengacara, Dadan Taufik bersama Dede Aif.

Terhadap gugatan perdatanya itu, ia berharap akan menjadi pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Majalengka, untuk lebih adil dan berpihak kepada dirinya.

Halaman
123
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved