Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Hadapi Libur Panjang, Pakar Epidemiologi Sarankan Pemkot Bandung Pertimbangkan Keputusan Soal Ini

Menurutnya, rapid test antigen untuk wisatawan merupakan langkah tepat untuk meminimalisir penularan Covid-19.

tribunjabar/deni denaswara
Husein Sastranegara, Swab Test Rp 800 Ribu, Rapid Test Antigen Rp 175 Ribu, Penumpang Antre 2 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung disarankan mempertimbangkan keputusan tidak menerapkan rapid test antigen atau swab test PCR bagi wisatawan yang datang ke Bandung saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Demikian dikatakan pakar epidemiologi klinis dari Universitas Padjadjaran, Bony Wiem Lestari, saat dihubungi Minggu (20/12/2020). Menurutnya, rapid test antigen untuk wisatawan merupakan langkah tepat untuk meminimalisir penularan Covid-19.

Selain itu, kata dia, dengan adanya kebijakan membawa surat hasil rapid tes antigen juga dapat menghindari adanya virus yang terbawa dari luar daerah kembali masuk ke Kota Bandung atau sebagai langkah mitigasi.

"Ini kan minggu ini anak sekolah bagi rapot dan liburan lama, bisa jadi ini eksodus besar-besaran mobilisaai besar-besaran," ujar Bony.

Saat terjadi libur panjang, kerumunan sangat mungkin terjadi, terutama di tempat wisata dan area pubik lain. Sehingga, kata dia, dibutuhkan tindakan pencegahan.

"Jadi kalau di larang (berkerumun) sulit, salah satunya buat aturan itu (rapid test antigen) jadi silakan berlibur tapi antigen negatif, sehingga menyebabkan tidak adanya kasus impor di tempat yang di kunjungi," katanya.

Baca juga: AWAL MULA dan Benang Merah Rentetan Kontroversi Ribut Harta Warisan Lina hingga Klaim Teddy

Sebelumnya, Pemkot Bandung sudah memutuskan tidak menerapkan surat hasil rapid tes antigen atau swab PCR bagi wisatawan yang datang berlibur saat tahun natal dan baru 2020-2021.

Keputuaan itu disampaikan langsung Wali Kota Bandung, Oded M. Danial usai mengadakan rapat terbatas bersama forum komunikasi Pimpinan Daerah di Balai Kota Bandung, pada Jumat (18/12/2020).

"Kalau pakai rapid test juga agak berabe saya kira ya, oleh karena itu diputuskan tidak ada ya, persyaratan ada rapid tes itu," ujar Oded.

Baca juga: Bacaan Doa dan Dizkir Setelah Sholat Lima Waktu dalam Bahasa Arab, Tulisan Latin, dan Terjemahannya

Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Tribunjabar.id, grup Tribunnews.com, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M ( wajib memakai masker, wajib rajin mencuci tangan, dan wajib selalu menjaga jarak ).

Bersama-kita lawan virus corona.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved