Ratusan Hektare Sawah di Kota Sukabumi Diserang Hama Keong, Hasil Panen Terancam Menurun

Sawah puluhan hektare di Kota Sukabumi terancam akan mengalami penurunan hasil panen. Penyebabnya, diserang hama keong.

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Giri
Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Ilustrasi - Petani sedang mengolah sawah di Sukabumi. 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sawah puluhan hektare di Kota Sukabumi terancam akan mengalami penurunan hasil panen. Penyebabnya, diserang hama keong.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari lapangan banyak petani yang mengeluhkan adanya serangan hama keong.

"Sawah di Kota Sukabumi saat ini banyak diserang hama keong, Kelompok Tani Kamboja II terdapat sekitar 10 hektare, hampir semua sawah ini diserang hama keong," kata Andri saat diwawancarai di ruangan kerjanya, Jumat (18/12/2020).

Adanya serangan hama keong tersebut, lanjut dia, pihaknya telah menggerakkan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang diselenggarakan di Kelompok Tani Kamboja II, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu.

"Adanya hama ini, baru ini kami melakukan membinaan kepada para petani yang berada di Kelurahan Lembursitu," ucapnya.

Baca juga: Minta Pimpinan Ormas FPI Rizieq Shihab Dibebaskan, Massa Datangi Mapolres Purwakarta

Baca juga: BKSDA Coba Pecahkan Masalah Kambing Mati Bekas Digigit Hewan Buas Misterius, Ini yang Dilakukan

Andri menyebutkan, dalam pembinaan ini, merupakan solusi untuk menangani serangan hama keong tersebut satu di antaranya dengan cara menebarkan buah pepaya disekitar areal pesawahan.

"Nantinya hama keong ini bisa berkumpul di buah pepaya sehingga para petani tidak kerepotan untuk mengambil keong tersebut karena sudah dipancing dengan buah pepaya," katanya.

Ia menjelaskan, serangan hama keong ini dapat berdampak terhadap menurunnya hasil panen para petani. Karena hama keong akan menyerang tangkai padi hingga buahnya.

"Kalau misalnya dari satu hektare sawah biasanya bisa menghasilkan beberapa ton maka dengan adanya hama keong ini hasil panen akan menurun," ucapnya.

Baca juga: PA 212 Tetap Gelar Aksi Meski Tak Diizinkan, Slamet Maarif: Wajib Dijaga Kepolisian

Pihaknya menambahkan, hama keong ini dapat dimanfaatkan para petani untuk pakan bebek dan juga bisa ditumbuk hingga dijadikan untuk pupuk tanaman.

"Hama keong dan telurnya ini bisa ditumbuk kemudian dijadikan pupuk. Kami akan terus melakukan penyuluhan dan pemantauan kepada para petani agar hasil panennya dapat maksimal," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved