Selasa, 14 April 2026

BKSDA Coba Pecahkan Masalah Kambing Mati Bekas Digigit Hewan Buas Misterius, Ini yang Dilakukan

Seekor kambing yang memiliki bekas gigitan hewan buas misterius di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, kini dibeli oleh tim idenfikasi dari BKSDA

Editor: Giri
ILustrasi. Kambing di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, mati dengan luka gigitan hewan misterius. Saat ini sedang diteliti. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN – Seekor kambing yang memiliki bekas gigitan hewan buas misterius di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, kini dibeli oleh tim idenfikasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Labvet Laboratorium Subang Kementerian Peternakan.

“Pembelian kambing itu dalam kondisi lemas, untuk dijadikan uji lab dan pemeriksaan pada beberapa organ kambing tersebut,” ungkap Kasi Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Kuningan, Rofiq, saat dihubungi Tribun, Jumat (18/12/2020).

Kambing itu dibelik kemarin dengan harga Rp 1 juta.

“Sekarang kambing ada di tangan tim identifikasi,” kata Rofiq.

Kata Rofiq yang merupakan dokter hewan, itu dilakukan untuk menggali keterangan.

“Sebab kasus kambing mati misterius di Kecamatan Cibingbin bukan pertama kali ini saja. Kejadian yang sama berlangsung sejak lima tahun dan 10 tahun lalu, ini peristiwa bisa dikatakan periodik di lingkungan warga Cibingbin,” ungkap Rofiq.

Penggalian keterangan, kata dia, tentu memiliki latar belakang kuat dalam mengungkap kasus kematian kambing misterius tersebut.

“Ya, dari sekian banyaknya kambing mati, itu kondisi tubuh atau dagingnya masih utuh,” ujarnya.

Kemudian hendak dilakukan pemeriksaan, apakah nanti ditemukan virus rabies atau penyakit paparan pada hewan mematikan.

“Hingga kini tindakan pemeriksaan yang sebelumnya mengambil kepala kambing mati untuk di jadikan sampel, itu belum ada hasilnya. Juga dengan kambing pembelian kemarin pun sama, belum dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Sebelumnya, riwayat kematian kambing misterius yang terjadi di Kecamatan Cibingbin, Kuningan, terus diperiksa.

“Kita sudah dua kali ke lokasi dan melakukan perekaman terhadap sejumlah tempat di lingkungan kandang kambing tersebut,” kata Rofiq.

Rofiq mengemukakan tindakan datang ke kandang itu agar banyak ditemukan keterangan sebagai bahan peneliatian lebih lanjut.

“Kami ke lokasi bareng tim dari BKSDA dan petugas Balai Laborotirum dari Subang. Kesimpulan sementara sepakat menyebutkan bahwa kematian kambing itu di duga akibat hewan sejenis anjing liar alias ajag,” ungkap Rofiq.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved