Breaking News:

Pilkada Kabupaten Pangandaran

Ini Penjelasan KPU soal Selisih Hasil Perolehan Suara yang Tipis Dalam Mengajukan Gugatan ke MK

KPU Provinsi Jawa Barat memastikan, selisih perolehan suara bukan syarat utama pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk mengajukan gugatan ke MK

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Divisi Hukum, Reza Alwan Sovnidar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat memastikan, selisih perolehan suara bukan syarat utama pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika keberatan dengan penetapan perolehan suara.

Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Divisi Hukum, Reza Alwan Sovnidar, mengatakan, meski bukan syarat utama, tetapi majelis akan tetap mempertimbangkan selisih perolehan suara itu sebagai pertimbangan pada saat memberikan keputusan.

"Artinya para pemohon (gugatan) boleh untuk mengajukan permohonan sengketa itu tidak hanya terkait dengan selisih (perolehan suara)," ujarnya saat ditemui seusai rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Pangandaran 2020 tingkat kabupaten, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Jalan Poros Angsana - Gunung Kelir Kembali Ambles, Dinas PU Ciamis Surati Kementerian PUPR

Baca juga: Jalur Alternatif Ciamis-Pangandaran Terputus di Pamarican Ciamis, Ini Jalan yang Bisa Dilalui

Ia mengatakan, pemohon gugatan tersebut bisa menggunakan variabel lain saat mengajukan permohonan ke MK karena pada prinsipnya MK ingin menjadi garda terakhir untuk para pencari keadilan.

"Jadi, terkait selisih hanya salah satu pertimbangan dari MK, bukan kemudian menjadi syarat formil dari pengajuan," kata Reza.

Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa KPU juga sudah siap menghadapi jika nantinya ada gugatan dari pasangan calon bupati dan wakil bupati yang keberatan dengan penetapan perolehan suara.

"Prinsipnya, kami akan menghargai karena itu hak dari siapapun untuk mengajukan sengketa. Apabila ada sengketa, kami tentu harus siap," ucapnya.

Baca juga: RESMI Pasangan Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan Menangi Pilkada Pangandaran 2020

Baca juga: Pilkada Pangandaran Memanas, Ribuan Orang Datangi Bawaslu, Ini Tuntutan Mereka, Siap Jadi Bumper

Baca juga: Ada Paslon Tak Puas Penghitungan Suara, KPU Pangandaran Persilakan Ajukan Gugatan ke MK

Reza mengatakan, gugatan tersebut nantinya akan menjadi pembuktian bahwa kinerja KPU sudah sesuai, sehingga pihaknya akan menghormati siapapun yang akan mengajukan gugatan ke MK.

"Dalam bahasa sederhana itu juga adalah sarana pembelaan kami untuk membuktikan kinerja. Jadi, kami harus siap dan harus menghormati siapapun yang akan mengajukan sengketa, karena itu haknya," kata Reza.

Baca juga: BREAKING NEWS: Hasil Hitung KPU Kabupaten Bandung 2020, Dadang - Sahrul Gunawan Raih Suara Terbanyak

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved