Teka-teki Jejak Peradaban Indramayu dari Masa Prasejarah Hingga Kolonial Akhirnya Terungkap di 2020

Teki-teki soal sejarah atau jejak peradaban di Kabupaten Indramayu kini sudah lengkap terungkap di tahun 2020.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Ekskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu itu berlokasi di Blok Dingkel Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Ekskavasi dilakukan mulai tanggal 2-11 Desember 2020. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Teki-teki soal sejarah atau jejak peradaban di Kabupaten Indramayu kini sudah lengkap terungkap di tahun 2020.

Hal ini ditandai dengan ditemukannya berbagai temuan bersejarah dalam beberapa tahun terakhir.

Satu di antaranya yang terbaru adalah ditemukannya struktur batuan diduga candi di Blok Dingkel Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat.

Temuan-temuan itu berasal dari masa Prasejarah, masa Hindu- Budha, masa Islam, hingga masa Kolonial Belanda.

Baca juga: TACB Minta Warga Tidak Merusak Temuan Diduga Candi di Indramayu, Yakin Bisa Jadi Tempat Wisata Baru

Baca juga: VIDEO Struktur Bata Diduga Bekas Candi yang Ditemukan Polisi dari Bisikan Biksu di Indramayu

"Indramayu ini kaya dengan tinggalan cagar budaya, dari fosil, candi, masjid kuno sampai makam Belanda (kerkoof) dan bangunan bergaya Eropa kita punya," ujar Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi kepada Tribuncirebon.com, Senin (14/12/2020).

Dedy S Musashi menyampaikan, peradaban Masa Prasejarah di Kabupaten Indramayu ditandai dengan ditemukannya fosil stegodon (gajah purba) dan gigi Carcarocles Megalodon (hiu purba).

Baca juga: Struktur Bata Diduga Bekas Candi yang Ditemukan Polisi dari Bisikan Biksu di Indramayu Diteliti BPCB

Baca juga: Polisi di Indramayu Temukan Struktur Batuan Diduga Candi, Berawal dari Bisikan Biksu Gaib

Kedua fosil itu ditemukan di Desa Ciwado, Kecamatan Terisi.

"Mereka diperkirakan hidup pada masa miosin hingga plestosin akhir, kira-kira 2,6 juta hingga 1,8 juta tahun yang lalu," ujar dia.

Dedy S Musashi mengatakan, temuan yang terbaru adalah mulai terungkapnya paradaban Hindu-Budha di masa lalu di lokasi dugaan candi di Blok Dingkel Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Ekskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu itu berlokasi di Blok Dingkel Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Ekskavasi dilakukan mulai tanggal 2-11 Desember 2020.
Ekskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu itu berlokasi di Blok Dingkel Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Ekskavasi dilakukan mulai tanggal 2-11 Desember 2020. (Istimewa)

Dalam kegiatan ekskavasi mulai tanggal 2-11 Desember 2020, Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten (BPCB Banten) dan TACB Kabupaten Indramayu berhasil mengungkap banyak temuan yang menjadi bukti kuat peradaban tersebut.

Mulai dari ditemukannya sebanyak 21 susunan lapisan bata merah, sudut bangunan yang diduga candi, lantai bangunan, fragmen atau pecahan stupa yang berbahan bata merah.

Selain itu, tim juga menemukan lantai bangunan dan fragmen atau pecahan stupa yang berbahan bata merah.

Termasuk, temuan pecahan keramik eropa, serta fragmen-fragmen yang merupakan tepian gerabah dan arang.

Temuan ini juga memiliki kesamaan dengan situs Batujaya di Karawang dan situs Muaro Jambi di Jambi.

Dedy S Musashi juga tak menampik, kedepan akan ditemukan temuan-temuan lainnya yang bakal menambah kekayaan sejarah di Kabupaten Indramayu.

Dalam hal ini, disampaikan Dedy S Musashi, pihaknya akan mengajak eksekutif dan legislatif untuk duduk bersama membahas potensi kekayaan cagar budaya yang dimiliki daerah di Pantura Jabar tersebut.

"Tinggalan cagar budaya ini dapat dijadikan obyek wisata baru bagi Indramayu yang imbasnya pada peningkatan PAD daerah. Untuk itu, harus bersama-sama dibahas,” ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved