Breaking News:

Pilkada Kabupaten Pangandaran

Pilkada Pangandaran, Bawaslu Akan Awasi 12 Hal Baru Terkait Protokol Kesehatan di Hari Pencoblosan

Bawaslu Kabupaten Pangandaran bakal meningkatkan pengawasan terkait penerapan protokol kesehatan pada Pilkada Kabupaten Pangandaran 2020.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antarlembaga, Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Gaga Abdillah Sihab 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran bakal meningkatkan pengawasan terkait penerapan protokol kesehatan pada Pilkada Kabupaten Pangandaran 2020, tepatnya saat hari H pencoblosan, Rabu (9/12/2020).

Upaya peningkatan pengawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona saat Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran 2020 karena Pilkada kali ini digelar saat pandemi Covid-19.

Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antarlembaga, Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Gaga Abdillah Sihab, mengatakan, pengawasan tersebut untuk memastikan terkait 12 hal baru pada Pilkada 2020 ini harus benar-benar diterapkan dan disosialisasikan dengan baik.

"Dari 12 hal baru itu, yang paling utama pemilih harus memakai masker dan membawa alat tulis sendiri untuk mengisi daftar hadir," ujarnya kepada Tribun di Pangandaran, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: DPRD Jabar Dukung Bawaslu Tindak Tegas Oknum Money Politics di Pilkada

Baca juga: Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Kamarnya di Soreang, Kaki dan Tangan Terikat Lakban

Gaga menyebutkan, selama tahapan Pilkada juga pihaknya telah malakukan pengawasan terkait penerapan protokol kesehatan tersebut, terutama saat masa kampanye yang mengundang perkumpulan massa.

Bahkan selama ini, kata Gaga, Bawaslu Kabupaten Pangandaran telah mengelurakan 134 teguran lisan karena tugas dari Bawaslu lebih kepada aspek pencegahan dalam penerapan protokol kesehatan ini.

"Paling banyak itu tidak jaga jarak karena rata-rata pertemuan terbatas itu kebanyakan di rumah dan tidak semua rumah bisa menampung 50 orang," kata Gaga.

Selain mengeluarkan teguran lisan, pihaknya juga selama ini sudah mengeluarkan sebanyak enam teguran tertulis. Sehingga saat hari H, terkait pelanggaran seperti akan terus dilakukan pengawasan.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, mengatakan, 12 hal baru pada Pilkada 2020 ini di antaranya kapasitas petugas di TPS minimal ada tujuh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sebelumnya sudah dilakukan rapid test terlebih dahulu.

"Kemudian ada dua orang pengawas TPS (PTPS), saksi, dari kedua pasangan calon, selain petugas tersebut tidak boleh ada di lokasi," katanya.

Baca juga: Berkas Tersangka Kasus Penyebar Video Syur Mirip Gisel Ditolak Kejaksaan, Ada Apa?

Tetapi, terkait tata cara pemungutan suara di tengah pandemi Covid-19 ini, ada pengaturan kedatangan pemilih, sehingga dari mulai pagi hingga sore hari kedatangannya bakal dibatasi.

"Itu agar tidak terjadi penumpukan orang di TPS," ucap Muhtadin.

Selain itu, lanjut dia, para petugas KPPS juga akan menganjurkan dan terus memberikan informasi agar para pemilih tetap memakai masker dan menjaga jarak, dan jaraknya pun akan diatur oleh petugas.

"Jaraknya, tentu sesuai protokol kesehatan minimal satu meter untuk di ruang tunggu, termasuk bagaimana ketika para pemilih mengantre untuk masuk ke ruang TPS," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved