Senin, 20 April 2026

Warga Terpapar Covid-19 Semakin Bertambah, PPNI Jabar Ajak Masyarakat Dukung Tenaga Kesehatan

Kekhawatiran dan kecemasan terhadap pandemi Covid-19 menimbulkan stigma sosial, baik terhadap orang, tempat, atau hal-hal lain.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/ Kemal Setia Permana
DPW PPNI Jawa Barat menggelar Tausyiah dan Doa Bersama Untuk Perawat Jawa Barat yang digelar secara virtual, Kamis (26/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kekhawatiran dan kecemasan terhadap pandemi Covid-19 menimbulkan stigma sosial, baik terhadap orang, tempat, atau hal-hal lain.

Salah satu stigma dan diskriminasi yang terjadi di Indonesia adalah terhadap tenaga kesehatan.

Kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan mental petugas kesehatan yang saat ini berada di garda terdepan dalam melakukan pelayanan kepada pasien COVID-19.

Baca juga: Peringati Hari Kesehatan, DPW PPNI Jabar Dukung Gerakan Tepuk Tangan 56 Detik

Baca juga: Tegakkan Protokol Kesehatan, Wisuda dan Angkat Sumpah Perawat STIKep PPNI Jawa Barat Digelar Hybrid

Ini disampaikan oleh Ketua DPW PPNI Jawa Barat, Wawan Hernawan, SKp MKep dalam Tausyiah dan Doa Bersama Untuk Perawat Jawa Barat yang digelar secara virtual, Kamis (26/11/2020).

Wawan menyampaikan bahwa semua komponen bangsa perlu aktif dan bersinergi mengatasi pandemi, sebab bila lonjakan kasus terjadi, sistem pelayanan kesehatan dapat saja tidak mampu melayaninya.

"Perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lain yang meninggal akibat Covid-19 terus bertambah, rumah sakitpun memiliki keterbatasan daya tampung. Di Jawa Barat, sampai dengan saat ini, tercatat sekitar 432 perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19," ujar Wawan.

Menurut Wawan, PPNI menyadari potensi risiko terpapar berbanding lurus dengan penambahan kasus.

Semakin banyak pasien yang terpapar akan semakin banyak jumlah perawat yang dibutuhkan untuk memberikan perawatan.

Sebagian besar rumah sakit/fasyankes mengalami krisis tenaga keperawatan dan harus mengatur ulang penempatan perawat dengan meyesuaikan kondisi pasien dan kemampuan fasyankes.

"Dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia akan menguatkan dan memotivasi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas," katanya.

Salah satu bentuk dukungan yang dapat diberikan Dewan Pengurus Wilayah PPNI Jawa Barat, kata Wawan, adalah melaksanakan Tausiyah dan Doa Bersama yang dipimpin oleh Ustadz Agus Al Muhajir.

Menurut Wawan, PPNI sendiri terus melakukan sinergitas dengan pemerintah, kementerian/ lembaga, dan masyarakat dalam melawan pandemi.

Sementara acara Tausiyah dan Do’a Bersama Untuk Perawat Jawa Barat ini, kata Wawan, digelar sebagai bentuk dukungan kepada semua perawat yang tetap tegar dan semangat dalam melayani pasien terinfeksi Covid-19, serta permohonan dukungan dan doa dari seluruh komponen bangsa, agar tenaga kesehatan yang sedang terpapar termasuk perawat dapat tetap semangat dan kembali sehat.

"Ini juga sebagai permohonan doa untuk para perawat yang telah gugur dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkannya, dan permohonan doa dari seluruh komponen bangsa agar negeri Indonesia segera terbebas dari wabah Covid-19," ujar Wawan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved