Minggu, 19 April 2026

Tegakkan Protokol Kesehatan, Wisuda dan Angkat Sumpah Perawat STIKep PPNI Jawa Barat Digelar Hybrid

STIKep PPNI Jawa Barat menggelar wisuda luring dan daring atau hybrid di tengah keprihatinan pandemi yang masih terjadi saat ini.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/ Kemal Setia Permana
Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKep) PPNI Jawa Barat menggelar wisuda luring dan daring atau hybrid di tengah keprihatinan pandemi yang masih terjadi saat ini. Kegiatan dilaksanakan Rabu (18/11/2020) bertempat di aula STIKep PPNI Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKep) PPNI Jawa Barat menggelar wisuda luring dan daring atau hybrid di tengah keprihatinan pandemi yang masih terjadi saat ini.

Kegiatan dilaksanakan Rabu (18/11/2020) bertempat di aula STIKep PPNI Jawa Barat.

Ketua Senat Akademik  STIKep PPNI Jawa Barat, Diwa Agus Sudrajat, dalam sambutan virtualnya menyebutkan bahwa kondisi pandemi membuat pihak kampus membuat acara wisuda secara hybrid.

Baca juga: Cegah Covid-19, Tim Manajemen Keperawatan STIKep PPNI Jawa Barat Intens Gelar Webinar Keperawatan

Baca juga: Hadapi Kondisi Adaptasi Kebiasaan Baru Agar Tidak Sters, Dosen STIKep PPNI Jabar Memberikan Tips Ini

Hal ini mengingat di Indonesia masih terjadi penyebaran Covid-19 dimana per 17 November 2020 terdapat sekitar 474.455 ribu orang terkonfirmasi positif dengan jumlah kematian sebanyak 15.393 kasus dan dinyatakan sembuh sebanyak 398.636 orang.

"Karena angka kasusnya yang tinggi, disertai dengan penyebarannya yang cukup cepat ke semua penjuru negeri. Melihat hal ini STIKep PPNI Jawa Barat pun melaksanakan kegiatan wisuda dan angkat sumpah perawat secara hybrid yakni secara luring dan daring, hal ini sebagai bentuk kepatuhan dan kontribusi dalam menegakkan protokol kesehatan dan pencegahan penularan Covid-19 yang dilakukan STIKep PPNI," tutur Diwa.

Diwa menyebutkan bahwa wisuda hybrid ini mengahadirkan senat akademik dan perwakilan wisudawan hanya satu orang dari masing-masing program studi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sangat ketat. Sementara yang lain mengikuti wisuda di rumah masing-masing secara virtual.

"Jumlah peserta wisudawan sebanyak 227 orang dengan rincian program studi D3 Keperawatan sebanyk 42, Sarjana Keperawatan 82 dan Pendidikan Profesi Ners 103," katanya.

Diwa mengatakan bahwa STIKep PPNI Jawa Barat merupakan perguruan tinggi swasta yang berada di bawah naungan Yayasan Perawat Nasional Indonesia Jawa Barat dan organisasasi profesi keperawatan DPW PPNI Jawa Barat.

Kampus yang memiliki tagline "Cerdas Tangguh Profesional", ini berdiri pada tahun 1983 bermula dari SPK, kemudian Akademi Keperawatan dan pada tahun 2009 berubah nama menjadi STIKep PPNI Jawa Barat.

"Program studi yang diselenggarakan di kampus ini adalah Diploma 3 Keperwatan, Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners," katanya.

Diwa juga menyampaikan sampai dengan saat ini alumni STIKep PPNI Jawa Barat telah berkontribusi dalam pambangunan kesehatan di Jabar khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Dalam penyelenggaraan kegiatan akademik dan non akademik, STIKep PPNI Jawa Barat selalu mengikuti ketentuan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV yang merupakan refresentasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Berbagai prestasi telah dicapai civitas akademika baik dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan," kata Diwa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Koordinator LLDIKTI Wilayah IV, Prof Dr Uman Suherman AS MPd menyampaikan selamat kepada seluruh civitas atas penyelenggaraan wisuda dan angkat sumpah perawat yang digelar memenuhi standar dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved