Breaking News:

Potensi Penyebaran Covid-19 di Libur Panjang Akhir Tahun 3 Kali Lipat dari Libur Panjang Oktober

Ada potensi lebih besar penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir tahun.

Dok. BNPB via Kompas.com
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Kini jadi Juru Bicara Pemerintah Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menggantikan Achmad Yurianto. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap tren kenaikan kasus positif Covid-19 setelah libur panjang di masa pandemi Covid-19.

Hasil evaluasi menjadi pembelajaran bagi pemerintah dalam menghadapi periode libur panjang akhir tahun 2020.

Jangan sampai libur panjang akhir tahun menambah kelipatan kasus Covid-19.

Baca juga: Vernita Syabilla Blak-blakan di Depan Hakim, dari Short Time, Dapat Rp 12 Juta dan Klien Pendiam

Baca juga: KPK Benarkan Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo, Ada Pihak Lain yang Juga Ditangkap, Kasus Apa?

Terdapat 3 periode libur panjang yang menjadi bahan evaluasi pemerintah.

Yaitu, libur panjang Idulfitri tanggal 22 - 25 Mei 2020, libur panjang HUT RI pada 17, 20 - 23 Agustus 2020, dan libur panjang 28 Oktober - 1 November 2020. 

"Libur panjang Idulfitri yang berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 69 persen sampai dengan 93 persen pada tanggal 28 Juni 2020," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Selasa (24/11/2020).

Perkembangan kasus pada periode HUT RI, berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 58 persen sampai dengan 118 persen pada pekan 1 sampai dengan 3 September 2020.

Baca juga: Belajar Tatap Muka Dimulai Januari, Ini Daftar Syarat yang Harus Dipenuhi Sekolah

Baca juga: Prajurit TNI Hilang di Papua, Ini Kronologisnya, Menyusuri Sungai dan Kejar Orang Mencurigakan

Dan pada libur panjang akhir Oktober dan awal November, berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 17 persen sampai 22 persen pada tanggal 8 sampai 22 November 2020.

Dari data tersebut, terdapat juga penurunan kasus positif pada periode libur panjang 28 Oktober - 1 November 2020 jika dibandingkan libur panjang pada bulan Agustus 2020.

Penurunan kasus positif ini menjadi evaluasi dan pembelajaran dalam menghadapi periode libur panjang akhir tahun 2020.

"Namun perlu diingat, masa libur panjang akhir tahun 2020 memiliki durasi yang lebih panjang, dan dikhawatirkan berpotensi menjadi manifestasi perkembangan kasus menjadi dua bahkan tiga kali lipat lebih besar dari masa libur panjang sebelumnya," ucap Wiku.

Dari hasil evaluasi pada periode libur panjang sebelumnya, ucap Wiku, kenaikan kasus positif disebabkan oleh penularan akibat kurang disiplinnya masyarakat terhadap protokol kesehatan terutama pada menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Untuk itu pemerintah saat ini sedang mengkaji periode masa libur panjang akhir tahun. Karena berdasarkan analisis pada libur panjang masa pandemi, telah memakan korban.

"Pada prinsipnya, apapun keputusan yang nanti diambil pemerintah, maka keputusan ini akan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Baca juga: SEGERA DAFTAR, Dibuka Lowongan Kerja Terbaru di Pizza Hut Delivery untuk Lulusan SMA/SMK Cek di Sini

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved