Breaking News:

Daftar 16 Kecamatan di Kota Bandung yang jadi Klaster Keluarga Penyebaran Covid-19, WASPADA

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung merilis sejumlah kecamatan yang menjadi peta

Penulis: Cipta Permana | Editor: Ichsan
istimewa
Daftar 16 Kecamatan di Kota Bandung yang jadi Klaster Keluarga Penyebaran Covid-19, WASPADA 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung merilis sejumlah kecamatan yang menjadi peta penyebaran terkonfirmasi aktif dari klaster keluarga.

Sebelumnya diberitakan, bahwa klaster keluarga  mendominasi kasus penularan covid-19 dengan capaian 30 persen.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kota Bandung, Ahyani Raksanegara mengatakan, terdapat 16 dari 30 wilayah Kecamatan di Kota Bandung termasuk dalam peta sebaran klaster keluarga terkonfirmasi aktif di Kota Bandung.

Dengan total jumlah kasus positif aktif sebanyak 97 kasus, terdapat 36 kepala keluarga (KK) yang terpapar covid-19. 

Baca juga: Jawaban Polisi tentang Ancaman FPI Tetap Gelar Reuni 212 Kalau Pemerintah Biarkan Kerumunan Pilkada

Baca juga: Suntik Massal Vaksin Covid-19 Tak Cukup di Puskesmas, Disiapkan GOR hingga Gedung Serba Guna

Adapun kasus klaster keluarga paling tinggi berdasarkan data peta sebaran per 18 November 2020, berada di wilayah Kecamatan Antapani dengan enam kasus KK yang terkonfirmasi dari total 13 kasus covid-19 yang terjadi di wilayah tersebut.

Selanjutnya, wilayah Astana Anyar dengan empat kasus KK dari 20 total kasus yang terjadi. Angka serupa juga dialami oleh Kecamatan Cibiru dengan empat kasus KK dari total sembilan kasus yang terjadi.

"Kecamatan lain yang juga menjadi klaster keluarga ada di Kecamatan Arcamanik, Batununggal, dan Regol dengan tiga kasus KK yang terkonfirmasi aktif. Kemudian, Bandung Kulon, Cicendo, dan Mandalajati dengan dua KK terkonfirmasi, lalu, Kecamatan Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Cibeunying Kaler, Coblong, Panyileukan, Sukasari, dan Ujung Berung yang masing-masing terdapat satu KK yang terkonfirmasi," ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (19/11/2020)

Ahyani menuturkan, jumlah tersebut akan terus bergerak dinamis setiap harinya berdasarkan pelacakan yang dilakukan, sehingga dimungkinkan perubahan kondisi di masing-masing kecamatan, termasuk wilayah kecamatan yang belum masuk dalam daftar pun tetap memiliki potensi serupa. 

Oleh karena itu berbagai upaya pencegahan dan kewaspadaan dini pun harus terus dilakukan semua pihak, baik elemen masyarakat, stakeholder dan juga Pemerintah Kota Bandung dalam upaya memutus rantai penularan covid-19.

Baca juga: Namanya Disebut Pengacara FPI, Gibran: Kalau Ada Salah, Monggo Langsung Ditegur, Saya Siap Dihukum

Baca juga: Luis Suarez Positif Covid-19, Presiden Atletico Marah dan Mengecam Virus FIFA

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved