Catat Transaksi Tertinggi di Indonesia, E-Commerce Berperan dalam Pemulihan Ekonomi di Jawa Barat
Pandemi Covid-19 ternyata meningkatkan aktivitas perdagangan secara online atau e-commerce dengan signifikan.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 ternyata meningkatkan aktivitas perdagangan secara online atau e-commerce dengan signifikan. Jawa Barat pun akhirnya menjadi provinsi paling aktif di bidang e-commerce.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Dyah Anugrah Kuswardani, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Jawa Barat triwulan III tahun 2020 secara year on year masih mengalami kontraksi sebesar 4,08 persen.
"Kondisi pandemi telah memaksa kita semua untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru yang justru membangkitkan aktivitas informasi dan komunikasi tumbuh tinggi. Aktivitas masyarakat banyak yang beralih ke aktivitas online dan aktivitas e-commerce pun berkembang pesat," katanya dalam sebuah webinar dengan tema “Resiliensi Ekonomi di Tengah Pandemi, Menatap Peluang E-Commerce Jawa Barat”, Selasa (17/11/2020).
Aktivitas transaksi e-commerce di Jawa Barat, katanya, merupakan yang tertinggi di Indonesia dan sebagian besar pelaku usahanya adalah UMK.
Baca juga: Beradegan Mesra dengan Arya Saloka, Amanda Manopo Tak Nyaman, Malah Kasihan pada Lawan Main
Di Tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, ujarnya, e-commerce berperan dalam pemulihan ekonomi di Jawa Barat.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Setianto, menyampaikan terkait teknologi informasi yang menjadi tumpuan di masa pandemi.
Tren ICT Development Index (Indeks Pembangunan TIK) Indonesia mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2015-2018.
"Pemanfaatan TIK khususnya di Jawa Barat melalui aktivitas e-commerce diharapkan semakin meningkat dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.
Ketua Harian Komisi Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Ipong Witono, dalam kesempatan itu mengulas strategi pemulihan ekonomi daerah Jawa Barat di tengah pandemi.
"Indonesia memiliki banyak sources dalam upaya pemulihan ekonomi dibandingkan negara lainnya. Pemulihan ekonomi sangat bergantung pada penanggulangan dan pengendalian situasi pandemi Covid-19," katanya.
Jawa Barat pun meluncurkan berbagai program dan mendorong sektor-sektor yang menjadi lokomotif dalam program penyelamatan, pemulihan, dan penormalan. Pemulihan ekonomi menjadi kewajiban setiap masyarakat Jawa Barat sebagai pelaku dalam pemulihan ekonomi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Strategi penguatan daya saing ekonomi disampaikan oleh Prof Arief Anshory Yusuf, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran. Recovery atau pemulihan ekonomi, ujarnya, tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi harus menyeluruh terkait berbagai indikator di semua sektor.
Baca juga: Jawa Barat Punya Kapolda Baru, Ini Profil Lengkap tentang Irjen Ahmad Dofiri
"Beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian di antaranya adalah masalah kemiskinan, ketimpangan dan ketenagakerjaan," tuturnya.
Senior Government Relation Business Partner Bukalapak, Qaedi Aqsa, menjelaskan perkembangan e-commerce sebagai wujud resiliensi ekonomi pelaku usaha. Dalam pandemi saat ini memberikan dampak pertumbuhan yang sangat besar dari sisi e-commerce.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/e-commerce_20180323_095224.jpg)