Angin Kencang Menerjang Ciamis, Tercatat 302 Rumah di 4 Kecamatan Rusak
Rumah yang rusak sebanyak 302, berikut 13 tempat usaha dan 7 fasilitas umum. Sebanyak 9 KK (27 jiwa) sempat mengungsi
Penulis: Andri M Dani | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Pusdalops BPBD Ciamis melansir data resmi dampak kerusakan yang disebabkan amuk angin kencang yang melanda 11 desa di 4 kecamatan Jumat (13/11/2020) sore lalu.
Rumah yang rusak sebanyak 302, berikut 13 tempat usaha dan 7 fasilitas umum. Sebanyak 9 KK (27 jiwa) sempat mengungsi menyusul kejadian tersebut. Dan tidak ada korban jiwa.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Dadang Hermawan, Minggu (15/11/2020) dampak terparah akibat amuk angin kencang Jumat (13/11) sore tersebut terjadi di Kecamatan Pamarican, meliputi 6 desa.
Baca juga: Setelah Gabung Persib Bandung, Bayu Fiqri Lebih Semangat Ikut Pelatnas Timnas U-19, Ini Alasannya
Yakni Desa Sukajaya, sebanyak 109 rumah terdampak dengan rincian 22 rumah rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang atau atapnya terbang disapu angin. Dan 28 rumah rusak sedang serta 60 rumah rusak ringan. Jiwa terdampak mencapai 348 orang (125 KK) diantaranya 5 KK (17 jiwa) sempat mengungsi.Berikut bangunan poskesdes juga tertimpa pohon tumbang.
Di Desa Bantarsari sebanyak 49 rumah terdampak diantaranya 6 rumah rusak berat. Satu keluarga (4 jiwa) mengungsi. Di Desa Pasirnagara ada 14 rumah yang rusak karena terpaan angin kencang berikut 1 kandang ayam dan 1 masjid. Dengan kategori 1 rumah rusak parah dan 3 lainnya terancam.
Berikut di Desa Margajaya, angin kencang melabrak 24 rumah serta 7 tempat usaha (diantaraya warung). Semuanya mengalami rusak ringan.
Di Desa Neglasari dilaporkan 3 rumah terdampak berikut 4 rumah di Desa Sidamulih. Di kedua desa ini belum dilakukan assement dampak kerusakan akibat angin kencang.
Sedangkan di Kecamatan Cidolog yakni di Desa Ciparay dilaporkan 24 rumah terdampak angin kencang.
Baca juga: Niat Ganti Mesin Air, Dua Orang Penggali Sumur di Kadudampit Sukabumi Meninggal
Sementara di Kecamatan Cisaga, amuk angin kencang terjadi di Desa Kepel menimpa 11 rumah. Dengan kategori 10 rusak ringan dan 1 rumah rusak sedang.
Di Kecamatan Cimaragas, angin kencang dampak cuaca ekstrim yang terjadi Jumat (13/11) sore tersebut melanda tiga desa. Terparah di Desa Raksabaya. Di desa ini sebanyak 68 rumah, 3 masjid dan 1 GOR disapu angin kencang. Dengan rincian 1 rusak berat, 1 rusak sedang dan 70 rusak ringan.
Selanjutnya di Desa Cimaragas, angin kencang melanda 14 rumah, 5 lokasi usaha dan 1 masjid. Dengan rincian 16 rumah rusak ringan, 3 rusak sedang dan 1 rumah rusak parah (berat). Di Desa Jayaraksa, 13 rumah terdampak. Tidak ada yang mengalami rusak berat, hanya rusak ringan (7 rumah) dan rusak sedang (6 rumah).
Menurut Dadang, BPBD telah menurunkan petugas untuk melakukan pendataan dan asessment ke 11 desa terdampak angin kencang di 4 kecamatan tersebut. Juga BPBD bersama warga, PMI. Tagana, Rapi, GSR Pramuka, TNI/Polri serta relawan dan aparat setempat menangan pohon tumbang terutama yang menimpa rumah warga, jalan, kebun maupun jembatan gantung
Baca juga: Belanda vs Bosnia, De Oranje Bisa Unggul Mudah, Frank de Boer Incar Kemenangan Pertama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rumah-rusak-disebabkan-amuk-angin-kencang-di-ciamis.jpg)