Virus Corona

Cerita Kepala IGD Sebuah RS, Ada 3 Fase yang Dihadapinya Setiap Hari saat Menangani Pasien Covid-19

Angka sembuh dan selesai isolasi Covid-19 meningkat dibandingkan sebelumnya, yaitu 80,51 persen

Tribun Jabar/Deni Denaswara
PERIKSA SUHU - Petugas memeriksa pengunjung yang akan menonton di bioskop CGV BEC, Jalan Purnawarman Bandung, Jumat (9/10/2020). Sejumlah pengelola bioskop membuka pelayanan umumnya pada hari pertama pemutaran film, dengan menerapkan standar protokol kesehatan. 

TRIBUNJABAR.ID - Rasio kesembuhan dari total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 82,84 persen.

Hal itu dikatakan Jubir Satgas Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro dalam Dialog Jubir Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru yang digelar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bertema “Antara Pengobatan dan Pencegahan: Pilih Mana?”

“Angka sembuh dan selesai isolasi Covid-19 meningkat dibandingkan sebelumnya, yaitu 80,51 persen,” ujar Reisa seperti dikutip Tribunjabar.id dari Covid19.go.id, Sabtu (14/11/2020) malam.

Pada 4 November 2020, obat penanganan Covid-19 disalurkan ke 34 Dinas Kesehatan provinsi dan 779 rumah sakit di seluruh Indonesia.

Adapun jumlah tenaga medis di rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia sebanyak 300.000 orang.

Kepala Instalasi Gawat Darurat sebuah rumah sakit di Jakarta, dr Gia Pratama Putra, mengatakan setidaknya ada tiga fase yang harus dihadapinya setiap hari dalam menangani pasien Covid-19.

Fase pertama adalah meyakinkan pasien positif Covid-19 bahwa penyakit ini bisa dilalui.

“Keyakinan akan kesembuhan adalah 50 persen. Virus ini sebenarnya bisa kalah dengan daya tahan tubuh kita sendiri. Jadi, biarkanlah bapak ibu, tidak usah fokus pada penyakitnya. Biarkan dokter-dokter kita yang fokus pada penyakitnya. Bapak ibu fokuslah menjaga diri dan kesehatan,” ucapnya.

Fase kedua adalah saat pasien harus diisolasi sehingga tidak boleh bertemu dengan keluarga atau teman.

Sebagai tenaga kesehatan, dokter harus terus berkunjung menyemangati para pasien dan berperan sebagai keluarga kedua pasien Covid-19.

Setelah itu memasuki fase ketiga terdapat dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama adalah kesembuhan pasien dan kemungkinan kedua adalah hasil yang tidak diinginkan, yakni meninggalnya pasien Covid-19.

Dokter Gia mengaku selalu mengimbau kepada setiap orang, bahwa mengobata itu penting, tetapi mencegah itu lebih baik.

Imbauan itu disampaikan langsung kepada pasien dan juga melalui media sosialnya.

Dia mengibaratkan pencegahan dengan sebuah rumus, Ri (risiko infeksi) = Jv (jumlah virus) dibagi i (imunitas tubuh).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved