Kamis, 4 Juni 2026

Pakar Bongkar Video Syur Mirip Gisel Bukan Rekayasa Digital, Ada Kejanggalan dalam Video

Ini bukan kali pertama Gisel dituding dengan kasus yang serupa. Pada tahun 2019, dirinya juga pernah terseret kasus video pornografi.

Tayang:
Kolase Tribun Jabar (Instagram/@gisel_la)
Gisel semakin sukses setelah tertimpa masalah video syur 

TRIBUNJABAR.ID - Sebuah video syur mirip Gisel menjadi perbincangan masyarakat, bahkan viral di media sosial.

Mantan istri Gading Marten itu pun dikait-kaitkan dengan sosok wanita yang berada dalam viseo yang pertama diunggah melalui Twitter tersebut.

Dilansir dari Banjarmasinpost.com, dalam video yang beredar, terlihat seorang wanita yang disebut mirip dengan Gisel tengah melakukan hubungan intim dengan seorang pria.

Baca juga: Nikmati Kelezatan Spesial Mie Baso Jumbo Paling Bar Bar di Kedai Mie Bakso Raos Pak Pardi

Bahkan, banyak warganet yang menduga bahwa sosok sang pria dalam video syur bersama wanita yang diduga Gisel tersebut adalah sang manajer, yang bernama Andi Tanggawana.

Ini bukan kali pertama Gisel dituding dengan kasus yang serupa. Pada tahun 2019, dirinya juga pernah terseret kasus video pornografi.

Namun, saat itu Gisel melaporkan kasus tersebut ke polisi. Gisel mendatangi Polda Metro Jaya, Senayan, Jakarta Selatan pada tanggal 25 Oktober 2019.

Namun setelah ditelisik oleh pakar telematika Abimanyu, ada fakta lain yang cukup mengejutkan.

Abimanyu memberikan gambaran terkait apakah Video Syur mirip Gisel itu rekayasa atau tidak.

Rupanya, ada dua unsur terkait rekayasa ini yakni rekayasa digital dan konten.

Baca juga: Kedai Mie Bakso Solo Raos Pak Pardi Tiap Hari Selalu Ramai Pengunjung, Pernah Didatangi Youtuber

Hal ini terungkap dalam wawancara dengan TVOne, Senin (9/11/2020).

Abimanyu memastikan video mirip Gisel itu bukan rekayasa digital.

Artinya, tidak ada rekayasa pada wajah, tubuh dan lainnya.

"Ada dua unsur yang masih mungkin, pertama unsurnya adalah dianggapnya rekayasa digital. Saya konfirmasikan, tidak ada rekayasa digital di sini," jelasnya.

"Dalam arti rekayasa wajah dan lain sebagainya agar seperti seseorang," tambahnya.

Namun, bisa saja video itu merupakan rekayasa konten.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved