Kasus Pelanggaran Protokol di Lingkungan Ini Meningkat, Terancam ditutup Jika Bandel
Pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan warga Kota Tasikmalaya menurun
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan warga Kota Tasikmalaya menurun.
Namun di perkantoran dan tempat usaha malah naik.
Baca juga: Kenaikan Kasus Akibat Transmisi Lokal, Ini Kendala yang dihadapi Satgas Covid-19 Majalengka
Baca juga: Ada Penambahan Kasus, Tekan Penyebaran Covid-19, Hotel di Daerah disemprot Disinfektan
Menurut catatan Satpol PP Kota Tasikmalaya, jumlah pelanggaran protokol kesehatan cegah Covid-19 pada September sebanyak 1.993 kasus.
Pada bulan Oktober terjadi penurunan yang signifikan menjadi 308 kasus.
Jumlah pelanggaran ini diketahui dari hasil razia yustisi yang dilakukan Satpol PP.
Baca juga: Kisah Penjual Karedok dan Gado-gado: Terima Bantuan untuk Memperlebar Tempat Usaha di Tengah Pandemi
Baca juga: Dua Pelajar Terinfeksi , Satu Orang Baru Usia 10 Tahun, Soal Penularan, Ini Kata Satgas Covid-19
"Alhamdulillah penurunannya signifikan," kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, Senin (9/11).
Namun pelanggaran protokol kesehatan di tempat usaha dan perkantoran, malah mengalami kenaikan.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Daerah Ini Meningkat, Semua Kecamatan Ada Temuan Kasus, Ini yang dikhawatirkan
Baca juga: BUKAN KARENA COVID-19, Ini Deretan Penyakit yang Menyebabkan Aa Gatot Meninggal, Keterangan Dokter
"Petugas terus berupaya meredamnya, misal memberikan peringatan tertulis kepada pemilik atau pengelolanya," kata Yogi.
Jika masih melakukan pelanggaran, tempat usaha itu akan ditutup sementara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sekretaris-disnakertrans-kota-tasikmalaya-h-riza-setiawan-ikut-swab-test.jpg)