Virus Corona di Jabar
Pemkab Garut Waspadai Munculnya Klaster Wisata Setelah Libur Panjang, Pegawai Objek Wisata Diswab
Seusai libur panjang, Pemkab Garut mewaspadai munculnya klaster wisata.
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pascalibur panjang di akhir Oktober, Pemkab Garut mewaspadai munculnya klaster wisata.
Sejumlah pegawai di objek wisata akan segera diperiksa.
"Kemarin sudah ketat (protokol kesehatannya). Dampaknya lihat satu sampai dua hari ini," ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan, Senin (2/11/2020).
Rudy mengatakan, akan melakukan pemeriksaan kepada pegawai di objek wisata yang bergejala.
Rapid dan swab test akan dilakukan sebagai langkah antisipasi munculnya klaster wisata.
"Sekarang kami mau mobile (lakukan pemeriksaan). Yang tidak bergejala tak akan di-swab. Tapi khusus ke yang bergejala atau pernah kontak dengan yang positif," ucapnya.
Jika ditemukan ada yang mempunyai gejala seperti suhu tubuh yang tinggi, maka orang tersebut akan langsung menjalani swab test.
"Sekarang saya sama petugas puskesmas nanti mau ke Cipanas. Mau cek siapa saja yang suhu tinggi (pascalibur panjang). Kalau itu (suhu tinggi) akan langsung di-swab," katanya.
Rudy juga akan memberikan penghargaan kepada pengelola hotel yang telah menerapkan protokol kesehatan.
Bentuk penghargaannya berupa pengurangan pembayaran pajak.
"Reward akan kami berikan berupa pengurangan pajak. Di kisaran 25 sampai 50 persen. Untuk motivasi ke mereka juga biar melaksanakan protokol kesehatan," ujarnya.
Menurut Rudy, hotel-hotel besar di Cipanas sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Justru hotel melati yang masih banyak melanggar penerapan protokol kesehatan.
Baca juga: Wisatawan Patuh Prokes, Hasil Rapid Tes Mayoritas Non Reaktif
Baca juga: Tingkat Kunjungan ke Objek Wisata Situgunung Kabupaten Sukabumi Naik 150 Persen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sejumlah-pengunjung-antre-di-hari-pertama-pembukaan-taman-air-sabda-alam.jpg)