Wisatawan Patuh Prokes, Hasil Rapid Tes Mayoritas Non Reaktif
Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, musim liburan panjang yakan dimanfaatkan oleh mayoritas warga berlibur.
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Oktora Veriawan
BANDUNG, TRIBUN - Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, musim liburan panjang yang bertepatan dengan cuti bersama nasional, akan dimanfaatkan oleh mayoritas warga untuk berlibur. Di Jawa Barat, beberapa objek wisata ternama diserbu oleh pelancong. Seperti Puncak Bogor, Lembang, Ciwidey, dan Pangalengan, dipenuhi wisatawan.
Prediksi akan menyemutnya wisatawan sudah diperkirakan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Sehari sebelum musim liburan panjang berlangsung, tepatnya Rabu (28/10) dini hari, Emil sudah menetapkan siaga 1 musim liburan. Emil mengultimatum wisatawan dan pengelola objek wisata untuk patuh terhadap protokol kesehatan.
Pemprov dan pemerintah daerah kota/kabupaten memang tak bisa membendung ataupun melarang masyarakat untuk berlibur. Pemerintah hanya mengimbau agar selama libur cuti bersama ini sebaiknya menghabiskannya dengan quality time bersama keluarga saja di rumah.
Namun imbauan tersebut tak serta-merta digubris oleh masyarakat yang berpikir bahwa libur panjang kali ini harus dimanfaatkan dengan berjalan-jelan ke tempat objek wisata, apalagi mungkin masyarakat sudah mulai jenuh berdiam diri di rumah selama pandemi Covid-19 ini. Buktinya di beberapa titik, contoh Puncak Bogor dan Lembang, ribuan wisatawan memadati objek-objek wisata di sana. Sampai-sampai jalan menuju ke sana macet total oleh kendaraan pelancong.
Maka dari itu, tugas dari pemerintah untuk meminimalisir celah penyebaran Covid-19 di tempat-tempat objek wisata agar tak melahirkan klaster baru Covid-19. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan rapid tes dan swab tes secara acak untuk pastikan tamu-tamu yang datang ke objek wisata betul-betul bersih dari Covid-19.
Total ada 54 titik tes rapid di objek-objek wisata unggulan di 14 kabupaten/kota di Jawa Barat yang kerap dipadati wisatawan setiap long weekend. Emil mengatakan ada 78 orang dinyatakan reaktif dari hasil rapid tes yang digelar secara acak di sejumlah titik. Artinya mayoritas wisatawan non-reaktif Covid-19.
Untuk wisatawan yang menujukkan gejala reaktif Covid-19, maka akan dilanjutkan dengan tes swab dan PCR. Wisatawan yang reaktif bersama keluarganya langsung diminta pulang dan menunggu hasil tes yang baru akan keluar dalam beberapa hari ini.
Kedatangan para wisatawan tersebut diharapkan bersih dari Covid-19, sehingga tak mengancam warga di daerah tujuan. Kasus Covid-19 pun tak akan naik drastis jika semuanya patuh terhadap protokol kesehatan.
Emil juga meminta destinasi wisata, hotel, restoran, dan tempat hiburan malam untuk melakukan disiplin protokol kesehatan. Ia menitipkan ke kepala daerah masing-masing, untuk bisa menjaga protokol kesehatan selama libur panjang.
Ia meminta setiap pengelola objek wisata untuk patuh dengan aturan protokol kesehatan. Seperti pembatasan pengunjung yang datang ke objek wisata maksima 50 persen dari kapasitas. Selama di lokasi objek wisata, pemakaian masker harus diperhatikan. Warga lokal diminta untuk mengingatkan para wisatawan jika tak memakai masker.
Dari hasil rapid tes yang dilakukan di Lembang, dari 327 wisatawan yang diambil sampelnya secara acak, tiga orang dinyatakan reaktif untuk selanjutnya dilakukan tes swab dan PCR. Dinkes Kab Bandung Barat sudah melakukan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat agar jika nanti keluar hasilnya positif bisa ditangani langsung.
Di Pelabuhan Ratu, dari 2.500 rapid tes yang disiapkan, sebanyak 31 wisatawan reaktif Covid-19. Wisatawan tersebut tersebar di Terminal Cikembar, Puncak Darma, Pantai Citepus, Pantai Istana Presiden dan Pantai Minajaya.
Di kawasan objek wisata Pangandaran, dari sebanyak 461 wisatawan yang diambil sampel rapid tes, sebanyak dua orang wisatawan dinyatakan reaktif Covid-19 dan langsung dirujuk ke Labkesda Pangandaran untuk menjalani test swab (PCR).
Memang dari segi angka jumlah wisatawan yang reaktif kurang dari 100 orang, tapi bisa jadi ada wisatawan lain yang reaktif dan tidak terjaring dalam tes rapid acak. Semoga di musim liburan panjang selanjutnya, masyarakat bisa makin mawas diri untuk mematuhi protokol kesehatan dan tidak memaksakan diri berwisata yang mungkin bisa rawan menjadi kurir Covid-19 bagi keluarganya dan orang lain. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rapid-tes-terhadap-wisatawan-yang-mengarah-ke-puncak-bogor.jpg)