Noni Ditalak 1 Abah Sarna padahal Dulu Mesra, saat Pacaran Sering Putus Nyambung, Ini Kisah Mereka
Belum juga menikah genap sebulan, Noni ditalak satu melalui surat dari Abah Sarna padahal dulu mereka tampak mesra.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.ID - Kabar tak menyenangkan meliputi pernikahan pasangan yang sempat viral, Abah Sarna dan Noni Novita Handayani.
Kisah pernikahan Abah Sarna dan Noni viral karena perbeaan usia mereka yang jauh. Noni merupakan gadis 17 tahun sedangkan Abah Sarna berusia 78 tahun.
Belum juga menikah genap sebulan, Noni ditalak satu melalui surat dari Abah Sarna padahal dulu mereka tampak mesra.
Abah Sarna yang tidak muda lagi itu sempat dibantu untuk minum oleh Noni.
Sebelum menikah pada 9 Oktober lalu, Abah Sarna dan Noni sempat berpacaran selayaknya hubungan anak muda.
Selama berpacaran kisah cinta Noni dan Abah Sarna juga tidak mulus.
Pasangan di Kampung Cicondong, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden Barat, Subang itu putus nyambung.
Saat ditemui wartawan TribunJabar.id pada Jumat (23/10/2020), Abah Sarna dan Noni sempat menceritakan awal mula kisah percinaan mereka.
Abah Sarna mengatakan, benih-benih cinta mulai tumbuh lantaran seringnya dia membeli bensin yang dijual Noni di kediamannya.
Bensin yang dibeli Abah Sarna digunakan untuk mesin yang biasa dipakai untuk mengairi sawahnya.
"Saya itu sempat menyeletuk dan bertanya ke orangtua Noni, 'Ari eta teh budak saha'? (Kalau itu anak siapa)," kata si Abah kepada ibunda Noni.
Lalu, ibunda Noni pun menjawab bahwa anak perempuan tersebut ialah anaknya.
Akhirnya, Abah Sarna pun mencoba memberanikan diri untuk mengajak bicara hingga akhirnya menjadi terbiasa dan saling mengenal.

"Setiap hari abah langsung membeli bensin buat mesin pengair sawah. Lalu, Noni mengantarkan bensin itu ke sawah abah dan kami sering ngobrol-ngobrol lama di sawah," ujarnya, Jumat (23/10/2020) di kediaman Abah dan Noni di Kampung Cicondong.
Ketika ditanyakan bagaimana kata-kata Abah Sarna saat menyatakan perasaannya, Abah Sarna pun hanya mengatakan kesediaan pada si Abah yang sudah kakek-kakek.