Berkah Tersembunyi di Tengah Pandemi
Bisnis Akuarium Mini, Omzetnya Bisa Jutaan Rupiah Sehari
Bisnis akuarium mini menjadi berkah tersendiri di tengah pandemi Covid-19. Seiring booming-nya ikan cupang, akuarium mininya laris manis
Penulis: Arief Permadi | Editor: Arief Permadi
Meski pandemi Covid-19 ini membuat bisnis akuarium mininya laku keras, Sukiyadi berharap, pandemi segera berlalu.
"Saya ingin semuanya bisa kembali normal karena bagaimana pun pandemi ini merepotkan kita semua. Kita tak tahu kapan virus itu menghampiri. Kita berhadapan dengan sesuatu yang enggak kelihatan," ujarnya.
Menjaga Kewarasan
Adiardi (48), warga Cileunyi, yang sudah beberapa kali membeli akuarium mini di tempat Sukiyadi, mengaku senang membeli akuarium untuk cupangnya di sana. Bukan saja karena harganya yang relatif murah.
"Tapi, di sini juga ada garansi. Kalau bocor tingga dikembalikan. Langsung ditukar dengan yang baru," ujar Ardiadi.
Ia mengaku memelihara cupang adalah hobi yang baru sebulanan ini ia geluti. "Gara-garanya, sebenarnya anak saya. Saya akhirnya terbawa-bawa," ujarnya.
Agus Hadian (43), breeder ikan cupang, yang sudah dua tahunan ini mengembangbiakkan ikan cupang di kediamannya di Jalan Laswi, Kota Bandung, mengatakan perkembangan bisnis ikan cupang hari-hari ini memang sudah hampir tak masuk akal. Penggemarnya datang dari hampir semua kalangan.
"Bahkan orang yang tidak suka ikan pun mendadak jadi suka memelihara ikan cupang," ujarnya.
Masa pandemi, di mana orang-orang terpaksa harus lebih banyak berada di rumah, menurut Agus, memang menjadi penyebab pehobi ikan cupang tumbuh begitu pesatnya. Terlebih, dibanding jenis ikan hias lainnya, perawatan ikan cupang tidak ribet dan tak memerlukan lahan yang luas.
"Namun, pandemi, saya kira menjadi penyebab utamanya. Pandemi dengan segala kesulitannya membuat banyak orang stres. Memelihara cupang menjadi upaya untuk menjaga kewarasan," ujarnya.
Di tengah pandemi, kata Agus, booming cupang ini menjadi semacam berkah tersembunyi bagi banyak sekali orang. "Bukan saja bagi para peternak dan penjual ikan cupang, tapi juga semua usaha yang berkaitan dengan itu, mulai dari pakan, obat-obatan ikan, hingga pembuat akuarium mini. Bayangkan, hanya dari satu hal saja, begitu banyak roda perekonomian yang bergerak," ujarnya.
Namun, seperti halnya Sukiyadi, Agus juga berharap pandemi segera berakhir dan kondisi kembali menjadi normal. "Sebab, tak ada kerinduan yang lebih besar pada hari-hari ini selain bisa kembali hidup dalam kondisi normal. Seperti sebelum pandemi." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sukiyadi-pengusaha-akuarium-mini.jpg)