Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Intensitas Gempa Naik

BPPTKG mencatat adanya peningkatan aktivitas di Gunung Merapi sepekan terakhir.

Editor: taufik ismail
INSTAGRAM/@BPPTKG
Gunung Merapi kembali erupsi, Jumat (10/4/2020) pukul 09.10 WIB. Tinggi kolom 3000 meter. 

TRIBUNJABAR.ID, YOGYAKARTA - Aktivitas Gunung Merapi dilaporkan meningkat beberapa hari terakhir.

Hal tersebut dilaporkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) Yogyakarta.

Serangkaian gempa vulkanik dan tektonik terjadi dalam tujuh hari terakhir.

Sejak 23 Oktober 2020 hingga 29 Oktober 2020, dilaporkan terjadi 81 kali gempa vulkanik dangkal, 864 kali gempa fase banyak, 10 kali gempa frekuensi rendah, 367 kali gempa guguran, dan tujuh kali gempa tektonik.

Jumlah gempa dalam periode tersebut meningkat dari pekan sebelumnya.

Dalam rentang 16 oktober 2020 hingga 22 Oktober 2020 tercatat ada 167 kali gempa embusan, 63 kali gempa vulkanik dangkal, 433 gempa fase banyak, 23 gempa frekuensi rendah, 170 kali gempa guguran, dan 16 gempa tektonik.

Laju pemendekan gunung dalam periode laporan terakhir pun ikut bertambah menjadi 4 sentimeter per hari dari sebelumnya 2 sentimeter per hari.

"Deformasi Gunung Merapi yang dipantau penggunakan EDM (distance electronic measurement) pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 4 sentimeter per hari," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, dalam laporan tertulisnya Jumat (30/10/2020).

Selain itu, tercatat munculnya asap dari kawah Merapi dengan ketinggian maksimum 500 meter dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada 28 Oktober 2020 sekitar 08.10 WIB.

"Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor Tenggara tidak menunjukan adanya perubahan morfologi kubah. Perhitungan volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan drone pada 29 Oktober 2020 sebesar 200.000 meter kubik," ujar Hanik Humaida.

Terjadinya aktivitas vulkanik menunjukkan proses pergerakan magma menuju permukaan.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif.

Namun, tidak ada peningkatan status gunung. Gunung Merapi masih dalam status waspada.

BPPTKG Yogyakarta merekomendasikan radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.

Masyarakat di sekitar Gunung Merapi juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved