Curhat TKW Bunuh Majikan di Singapura, Dampak Sering Diperkosa Kakak, Benturkan Kepala ke Dinding
Daryati, TKW yang bunuh majikan di Singapura, ungkap isi hati padahakim. Mengaku kerap benturkan kepala ke dinding, dampak psikis diperkosa kakak.
TRIBUNJABAR.ID - Daryati, TKW asal Lampung yang didakwa membunuh majikannya di Singapura mendapatkan kesempatan mengungkapkan isi hatinya di depan hakim.
Tak diduga, perempuan 26 tahun itu mengaku kerap membenturkan kepala di dinding ketika merasa terbeban secara psikis atas perkosaan yang menimpa dirinya oleh kakak laki-lakinya.
Curahaan hati Daryati itu diungkapkan di depan hakim pengadilan Singapura pada 6 Oktober 2020. Ini kesaksian pertama Daryati sejak proses sidang dimulai lagi.
Daryati didakwa membunuh Ny Seow Kim Choo (59) di rumahnya di Telok Kurau, Singapura, 7 Juni 2016. Sedangkan suami Ny Seow, Ong Kian Soon mengalami luka berat, namun masih bisa diselamatkan.
Baca juga: Daryati TKW yang Bunuh Majikan di Singapura Akui Kerap Diperkosa Kakak dan Jalin Asmara Sejenis
Baca juga: Keluarga TKW Ilegal di Indramayu Ditakut-takuti Sponsor, Jika Tak Bayar, Jenazah Tak Dipulangkan
Mengutip The Times, perempuan 26 tahun itu (mengaku 2 tahun lebih muda dari usia di KTP, 28 tahun) sedang mengupayakan pengurangan hukuman, lebih ringan dari hukuman mati.
Daryati untuk pertama kalinya memberikan kesaksian di depan hakim pada 6 Oktober 2020.
Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan sisi kelam dirinya yang belum pernah diketahui khalayak.
Satu di antaranya adalah, pada masa remaja, ia kerap diperkosa oleh kakak laki lakinya.
Perkosaan yang berkepanjangan itu memberikan tekanan psikologis yang berat pada dirinya.
Untuk mengatasi itu, Daryati mengaku sering membenturkan kepalanya di dinding. Namun, beban itu tidak kunjung hilang.
Bahkan hingga menghuni tahanan empat tahun terakhir, ia masih mendapatkan konseling psikologis.
Dalam sidang pekan lalu itu, Daryati mengaku sangat marah pada Ny Seow lantaran ia tidak diizinkan pulang ke Indonesia.
Mengaku tak berniat membunuh
Selain itu, ia juga bersikeras mengaku tidak berniat membunuh juragannya itu.
Ia mengaku, waktu itu mengacungkan pisau dapur agar Ny Seow memberikan paspor-nya.