Senin, 18 Mei 2026

Sekda Jabar Tegaskan Pertanian, Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandemi

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menyatakan Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid

Tayang:
ISTIMEWA
ILUSTRASI: Panen perdana padi Inpari di Dusun Pasir Gintung, Desa Jaya Raksa, Cimaragas, Ciamis, Senin (21/9/2020) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menyatakan Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Ketika semua sektor terpukul pandemi, pertanian justru mengalami pertumbuhan.

Kondisi tersebut menjadi peluang Jabar untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

"Salah satu sektor yang positif pertumbuhannya adalah usaha di sektor pertanian. Situasi ini harus cepat kita tangkap," kata Setiawan saat membuka Rapat Koordinasi Peluang Usaha Ekspor dan Subtitusi Impor Produk Tanaman Pangan Khususnya Porang di Aston Hotel, Kota Bandung, Selasa (13/10/2020) malam.

Baca juga: Puluhan Demonstran Dinyatakan Reaktif Covid-19, di Jabar Ada Berapa Orang?

Setiawan menjelaskan, pandemi COVID-19 menjadi momentum Pemerintah Provinsi Jabar untuk membangkitkan sektor pertanian lokal. Melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jabar, kata Setiawan, pihaknya intens mendorong semua pihak untuk memajukan sektor pertanian di Jabar.

Menurut Setiawan, ada sejumlah faktor yang membuat pertanian mampu bertahan di tengah pandemi.

Pertama, aktivitas pertanian masih dapat berjalan dengan baik meski protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

Kemudian, kebutuhan masyarakat akan pangan masih tinggi.

Kendati begitu, Setiawan mengatakan bahwa ada tantangan yang harus dihadapi pelaku pertanian, yakni suplai dan permintaan.

Setiawan mengatakan bahwa porang (tanaman umbi-umbian) saat ini menjadi komoditas yang menjanjikan.

Tidak hanya berpeluang menjadi komoditas ekspor, porang juga memiliki nilai jual tinggi.

"Dulu porang ini dianggap makanan ular, tapi sekarang sudah tidak. Bahkan sudah banyak kisah sukses petani porang," ucapnya.

Keadaan tersebut menjadi peluang Jabar untuk mengembangkan porang. Apalagi masih banyak lahan subur di Jabar yang dapat dimanfaatkan untuk menanam porang.

"Kalau kita lihat skala budi daya Porang masih sifatnya individu bukan usaha besar-besaran. Maka, kita harus bergerak lebih," kata Setiawan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved