Warga Korban Banjir Bandang Pemeungpeuk Garut Butuh Alat Berat Singkirkan Material Sisa Banjir
Hari kedua pascabanjir bandang, warga yang terdampak masih melakukan aktivitas pembersihan rumah
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Hari kedua pascabanjir bandang, warga yang terdampak masih melakukan aktivitas pembersihan rumah dan lingkungan.
Warga meminta pemerintah untuk mengerahkan alat berat untuk mengangkut material sisa banjir bandang.
Ade (36), warga Kampung Kaum Lebak, Desa/Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut menyebut sejak pagi hari warga bergotong royong untuk membersihkan sisa lumpur dan sejumlah barang yang ada di jalan.
Wilayah Desa Pameungpeuk berada di pinggir Sungai Cipalebuh yang airnya meluap ke pemukiman warga.
Baca juga: Naskah Final UU Cipta Kerja Siap Diserahkan ke Presiden Jokowi, Kata DPR Soal Draf yang Berubah-ubah
"Kami butuh alat berat, soalnya kalau manual akan lebih lama membersihkannya. Banyak kayu dan barang-barang dari rumah yang terbawa hanyut. Tidak akan beres sehari kalau manual," ujar Ade, Selasa (13/10/2020).
Di Kampung Kaum Lebak, ada sekitar 85 rumah yang terendam banjir. Dengan tingkat kerusakan rumah kategori sedang. Selain itu satu bangunan Paud juga rusak berat.
"Ada juga Posyandu dan toko milik warga yang hanyut terbawa arus sungai. Lokasinya memang berada di bantaran sungai," katanya.
Selain mulai membersihkan rumah, warga juga membersihkan jalan dari sisa lumpur. Jalan penghubung antardesa itu sebelumnya tertutup material lumpur dan tak bisa dilalui.
"Kami harus segera buka akses jalan biar tidak menghambat aktivitas. Terutama biar pasokan air bersih dan alat berat bisa masuk ke kampung," ucapnya.
Baca juga: Viral di Media Sosial Kakek 86 Tahun Asal Sumedang Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, Ini Faktanya