Rabu, 15 April 2026

Penanganan Virus Corona

Libur Panjang, Presiden Jokowi Minta Satgas Covid-19 Antisipasi Klaster Baru Saat Musim Libur

Presiden Jokowi telah memberikan instruksi agar segera disiapkan langlah-langkah antisipasi dalam menghadapi libur panjang.

Editor: Siti Fatimah
Humas Pemprov Jabar
Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada akhir bulan Oktober ini terdapat longweekend alias libur panjang, selain itu pada akhir tahun ini juga diperkirakan akan ada libur panjang dan cuti bersama.

Untuk itulah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Satgas Covid-19 mengantisipasi terkait libur panjang ini agar tidak muncul klaster baru.

Dikutip dari Tribunews, Jokowi mengingatkan juga pentingnya sebuah data dalam menentukan sebuah kebijakan terkait Covid-19.

Termasuk, soal kebijakan dalam menghadapi libur panjang yang dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran virus Corona. Hal itu disampaikan Doni Monardo usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi melalui virtual, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Sudah Siapkan DP Rp 36,7 Triliun, Tiga Menteri Terbang Ke Inggris untuk Negosiasi Final Vaksin Covid

"Bapak Presiden selalu menekan pentingnya data bagi kita semua dalam membuat kebijakan. Termasuk juga bapak Presiden mengingatkan libur panjang yang menimbulkan klaster baru," kata Doni Monardo.

Lebih lanjut, Doni mengatakan, Presiden Jokowi telah memberikan instruksi agar segera disiapkan langlah-langkah antisipasi dalam menghadapi libur panjang.

Sehingga, Satgas Penanganan Covid-19 telah siap dalam mengantisipasi terjadinya kerumunan masyarakat.

"Bapak presiden, tadi mengatakan beberapa waktu sebelum ada libur panjang harus saling mengingatkan sehingga kita semuanya bisa mengambil langkah-langkah yang tepat agar tidak terjadi tambahan kasus pada saat liburan," jelasnya.

Baca juga: Harga Vaksin Covid-19 Kisaran Rp 200 Ribu, Bio Farma; Harga Terjangkau dan Tak Memberatkan

Instruksi Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih di atas rata-rata dunia.

Untuk itu, Presiden Jokowi menginstruksikan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menekan angka kematian.

Satu arahan yang disampaikan Presiden Jokowi yakni pasien Covid-19 jangan terlambat dalam penanganan di rumah sakit (RS).

Hal itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi melalui virtual, Senin (12/10/2020).

"Angka kematian memang masih relatif tinggi, karena berada di atas angka kematian global. Nah inilah tugas kita bersama," ucap Doni.

Baca juga: Ada 3 Klaster Pesantren di Kabupaten Bogor, 86 Santri Positif Covid-19

"Tadi Presiden mengingatkan agar pasien jangan sampai terlanjur parah sehingga baru dapat perawatan," tambahnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved