Senin, 13 April 2026

Virus Corona di Jabar

Ada 3 Klaster Pesantren di Kabupaten Bogor, 86 Santri Positif Covid-19

Kasus Covid-19 pada klaster pesantren tersebut pertama kali diketahui setelah ada 5 santri yang diperiksa dan hasilnya 4 dinyatakan positif.

Tribunnews.com
Covod-19 

TRIBUNJABAR.ID - Penularan Covid-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin mengkhawatirkan.

Ditemukan penularan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren, ini memunculkan Klaster Pesantren.

Dilansir dari Kompas.com, Bupati Bogor Ade Yasin menyebut bahwa saat ini ada tiga pesantren di Kabupaten Bogor yang menjadi klaster penyebaran virus Covid-19. 

Baca juga: Pemilik Rumah di Jalan Sultan Agung 12 Bandung Bantah Jadi Markas KAMI, Tapi Ada yang Pinjam Halaman

Dari total tiga klaster pesantren itu, sebanyak 86 santri dan santriwati yang dinyatakan positif Covid-19.

"Sudah ada 3 pesantren yang terpapar, tentu ini menjadi perhatian kami dan akan ditindaklanjuti dengan membentuk satgas pondok pesantren. Jadi satgas ini kita bentuk untuk menjaga, mengawasi agar tidak terjadi keramaian di sana," kata Ade usai rapat penanganan Covid-19 di lingkungan pesantren di Kantor Setda Kabupaten Bogor, Senin (12/10/2020).

Ade menjelaskan, kasus Covid-19 pada klaster pesantren tersebut pertama kali diketahui setelah ada 5 santri yang diperiksa dan hasilnya 4 dinyatakan positif.

Hal itu diketahui, saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menggelar tes swab massal terhadap sejumlah santri di Pondok Pesantren Darul Ulum, Cigombong.

Baca juga: Nita Thalia Menangis, Blak-blakan Ingin Ketemu Anak, Sebut Soal Rumah Tangga Penuh Pertikaian

Dari situ, tim gugus tugas langsung melakukan tracing kasus positif kepada sejumlah santri lainnya yang sempat melakukan riwayat kontak.

86 santri terpapar corona
Alhasil, sebanyak 86 santri ditemukan terpapar virus Corona terangkum dari tiga pondok pesantren di wilayah Kabupaten Bogor.

Adapun tiga klaster pesantren yang terpapar Covi-19 tersebut yakni, pesantren Al Kaukab, di Kecamatan Gunung Putri dengan total dua santri positif.

Disusul kemudian ada sebanyak tujuh santri positif Covid-19 di pesantren Ummul Qura, Kecamatan Leuwiliang.

Terakhir klaster pesantren yang paling banyak yaitu pesantren Darul Ulum di Kecamatan Cigombong, dengan total 77 santri yang positif Covid-19.

"Pesantren Gunung Putri, disitu ada 2 (santri) yang positif, kemudian (pesantren) di Leuwiliang ada 7 orang dari 4.072 spesimen yang diperiksa dan (pesantren) di Cigombong ada 77 orang, dari 2.200 spesimen yang diperiksa," sebut Ade.

Menurutnya, protokol Kesehatan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren sebelumnya telah diatur secara lengkap dalam Peraturan Bupati (Perbup) No.61/2020.

Baca juga: Waspada Dampak La Nina, Curah Hujan akan Lebih Tinggi, Begini Arahan Presiden Joko Widodo

Namun dalam penerapannya masih ada kelengahan dan kelemahan, salah satunya masih ada pengajar yang tinggal di luar lingkungan sehingga keluar masuk ponpes setiap harinya.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved