Breaking News:

Ini Ternyata Alasan Penabung di Atas Rp 5 Miliar Meningkat

Pandemi covid-19 membuat masyarakat lebih memilih untuk berjaga-jaga atau menabung di bank, terutama bagi mereka yang merupakan

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/7/2015). Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah 16 poin pada Selasa pagi menjadi Rp 13.430 dibanding sebelumnya di posisi Rp 13.414 per dolar AS. 

Padahal, kelas menengah atas seharusnya bisa menopang perekonomian dengan cara berbelanja atau spending.

Sayangnya, kelas menengah memiliki masalah dengan kepercayaan dan cenderung lebih memilih untuk tinggal di rumah dan tidak berpergian, dan memilih untuk menyimpan uangnya di bank.

"They have the money, tapi masalah confidence saja. Mereka lebih suka di rumah," ujar dia.

Indikator lain yang menunjukkan lesunya tingkat konsumsi masyarakat menengah bawah yakni dari jumlah penabung per Agustus 2020.

Berdasarkan catatannya, jumlah tabungan di atas Rp 5 miliar telah mencapai Rp 148 triliun, naik 30,97 persen jika dibandingkan pada Juni 2020.

Untuk itu, menurutnya, tahun depan menjadi penting bagi pemerintah untuk menyembangkan dan mendorong permintaan untuk menjaga kinerja perekonomian.

"Dengan kondisi seperti itu, memang perlu ada penyeimbang untuk mendorong permintaan dan competitiveness. Ini perlu diperhatikan di 2021 nanti," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masyarakat Enggan Belanja, Jumlah Tabungan di Atas Rp 5 Miliar Melesat "

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved