Selasa, 19 Mei 2026

Ini Ternyata Alasan Penabung di Atas Rp 5 Miliar Meningkat

Pandemi covid-19 membuat masyarakat lebih memilih untuk berjaga-jaga atau menabung di bank, terutama bagi mereka yang merupakan

Tayang:
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/7/2015). Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah 16 poin pada Selasa pagi menjadi Rp 13.430 dibanding sebelumnya di posisi Rp 13.414 per dolar AS. 

TRIBUNJABAR.ID - Dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola perbankan selama tahun ini tumbuh 11,64 persen year on year (yoy).

Pertumbuhan itu jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 8,5 persen (yoy).

Data ini berdasarkan yang dimiliki Bank Indonesia.

Artinya, jumlah tabungan masyarakat kian bertambah.

Baca juga: Pencairan BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Tunjukkan SMS dari Bank Himbara, Bawa Kartu ATM dan Buku Tabungan

Baca juga: Karyawan Berpenghasilan di Atas Rp 8 Juta Per Bulan Bisa Ikut Tabungan Perumahan Rakyat

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Andry Asmoro mengatakan di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19, masyarakat kelas menengah ke atas kian enggan membelanjakan uang mereka.

Hal itu juga terlihat dari jumlah tabungan tumbuh mencapai Rp 373 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2020.

Angka tersebut meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni hanya Rp 115 triliun.

"Kalau kita lihat Agustus ini penabung di atas Rp 5 miliar itu sudah naik Rp 373 triliun year to date. Kalau kita bandingkan tahun lalu hanya Rp 115 triliun. Kalau bandingkan full year 2018 dan 2019, itu Rp 130 triliun dan Rp 162 triliun," ujarnya dalam webinar bincang APBN 2021, Selasa (13/10/2020).

"Sampai Agustus kelompok (penabung) di atas Rp 5 miliar ini campur, masyarakat dan institusi menengah atas, ini meningkat sangat tinggi," kata Andry.

Pandemi covid-19 membuat masyarakat lebih memilih untuk berjaga-jaga atau menabung di bank, terutama bagi mereka yang merupakan masyarakat kelas menengah atas.

Teller Bank
Teller Bank (Istimewa)

Padahal, kelas menengah atas seharusnya bisa menopang perekonomian dengan cara berbelanja atau spending.

Sayangnya, kelas menengah memiliki masalah dengan kepercayaan dan cenderung lebih memilih untuk tinggal di rumah dan tidak berpergian, dan memilih untuk menyimpan uangnya di bank.

"They have the money, tapi masalah confidence saja. Mereka lebih suka di rumah," ujar dia.

Indikator lain yang menunjukkan lesunya tingkat konsumsi masyarakat menengah bawah yakni dari jumlah penabung per Agustus 2020.

Berdasarkan catatannya, jumlah tabungan di atas Rp 5 miliar telah mencapai Rp 148 triliun, naik 30,97 persen jika dibandingkan pada Juni 2020.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved